PMM News – Tips Membagikan Link Asesmen Murid Secara Offline atau Luring, Guru Wajib Tahu Caranya
Tips membagikan link asesmen murid secara offline atau luring menjadi informasi yang penting bagi guru yang ingin tetap memanfaatkan Asesmen Murid di Ruang GTK meskipun kondisi kelas tidak seluruhnya mendukung pembelajaran berbasis internet.
Pada praktiknya, tidak semua peserta didik mempunyai perangkat sendiri atau koneksi internet yang stabil. Karena itu, guru perlu memahami bahwa pelaksanaan asesmen tidak selalu harus dilakukan secara daring.
Ruang GTK menyediakan pilihan agar AKM Kelas dapat dibagikan kepada murid secara online maupun offline. Pilihan tersebut memungkinkan guru menyesuaikan pelaksanaan asesmen dengan kondisi sekolah dan ketersediaan fasilitas yang dimiliki peserta didik.
Namun, istilah “membagikan link asesmen secara offline” perlu dipahami dengan tepat. Jika asesmen benar-benar dilaksanakan secara luring, guru tidak membagikan tautan untuk dibuka melalui internet seperti pada metode online. Guru menggunakan soal yang disediakan sistem, kemudian mengunduhnya dan membagikan dalam bentuk dokumen kepada murid.
Apa yang dimaksud asesmen murid di Ruang GTK?
Asesmen Murid merupakan salah satu fitur pembelajaran di Ruang GTK yang dapat dimanfaatkan guru untuk memperoleh informasi mengenai kemampuan, perkembangan, kebutuhan, dan capaian belajar murid.
Menurut informasi resmi Ruang GTK, asesmen dapat digunakan sebagai bagian dari penerapan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL). Hasil asesmen membantu guru mengetahui posisi kemampuan murid sehingga pembelajaran berikutnya dapat disesuaikan.
Di dalam Asesmen Murid terdapat beberapa bentuk asesmen, termasuk Asesmen Pembelajaran dan AKM Kelas.
Asesmen Pembelajaran dapat digunakan untuk membantu guru mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran pada mata pelajaran tertentu. Sementara itu, AKM Kelas digunakan untuk mengetahui kemampuan literasi membaca dan numerasi murid berdasarkan paket soal yang telah tersedia.
Apakah asesmen bisa diberikan secara luring?
Bisa. Inilah salah satu hal yang perlu diketahui guru ketika hendak menggunakan AKM Kelas.
Ruang GTK memberikan pilihan pelaksanaan secara daring maupun luring. Pada metode luring, guru tidak bergantung pada koneksi internet murid ketika mengerjakan soal.
Guru dapat menyiapkan soal melalui Ruang GTK, kemudian menggunakan pilihan offline untuk memperoleh dokumen asesmen. Soal tersebut selanjutnya dapat dicetak dan diberikan langsung kepada peserta didik di kelas.
Cara ini sangat membantu sekolah yang menghadapi keterbatasan perangkat, jaringan internet, maupun kondisi peserta didik yang tidak semuanya dapat mengakses asesmen secara digital.
Tips membagikan asesmen murid secara offline atau luring
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan guru agar pelaksanaan asesmen luring berjalan lebih tertib.
Pertama, tentukan asesmen yang sesuai.
Guru sebaiknya terlebih dahulu memilih paket asesmen sesuai fase dan kebutuhan pembelajaran. Jangan hanya memilih soal berdasarkan mata pelajaran, tetapi pertimbangkan juga tujuan penggunaannya.
Asesmen seharusnya dapat memberikan gambaran yang berguna bagi guru mengenai kemampuan murid. Dengan demikian, hasilnya tidak berhenti sebagai angka, tetapi bisa digunakan untuk menentukan tindak lanjut pembelajaran.
Kedua, pilih metode pembagian offline.
Setelah menemukan asesmen yang akan digunakan, guru dapat memilih opsi penggunaan asesmen dan menentukan metode pembagian secara offline/luring.
Pada metode ini, soal tidak diberikan melalui tautan yang harus dibuka murid. Dokumen soal disiapkan untuk digunakan secara langsung dalam pembelajaran tatap muka.
Ketiga, unduh dokumen soal sebelum pelaksanaan.
Guru perlu memastikan dokumen soal sudah tersimpan sebelum kegiatan dimulai. Langkah ini penting agar pelaksanaan tidak terganggu ketika koneksi internet sedang bermasalah.
Menurut panduan Ruang GTK, untuk asesmen yang dibagikan secara offline, soal dan kunci jawaban dapat diunduh bersamaan ketika guru menyiapkan asesmen.
Keempat, cetak soal sesuai jumlah murid.
Setelah dokumen tersedia, guru dapat mencetak soal sesuai kebutuhan. Jika fasilitas pencetakan terbatas, sekolah dapat mengatur penggunaan dokumen secara bergantian dengan tetap memastikan setiap murid mendapatkan kesempatan mengerjakan secara adil.
Guru juga sebaiknya memeriksa hasil cetakan terlebih dahulu. Pastikan nomor soal, gambar, tabel, dan bagian penting lainnya terlihat jelas.
Kelima, berikan instruksi sebelum asesmen dimulai.
Sebelum lembar soal dibagikan, guru sebaiknya menjelaskan aturan pengerjaan kepada murid.
Misalnya, guru dapat menyampaikan durasi pengerjaan, cara mengisi jawaban, larangan bekerja sama apabila asesmen bersifat individual, serta hal-hal yang perlu dilakukan ketika menemukan soal yang belum dipahami.
Instruksi yang jelas dapat mengurangi kesalahan teknis dan membuat proses asesmen berjalan lebih tertib.
Perbedaan asesmen online dan offline
Agar tidak keliru, berikut gambaran sederhana perbedaan kedua metode tersebut:
| Aspek | Online | Offline/Luring |
|---|---|---|
| Akses murid | Menggunakan perangkat dan internet | Soal dapat dicetak dan dikerjakan langsung |
| Pembagian soal | Melalui sistem/tautan asesmen | Dokumen soal yang diunduh |
| Koneksi internet murid | Dibutuhkan | Tidak menjadi syarat saat pengerjaan |
| Pemeriksaan | Sebagian dapat dilakukan oleh sistem | Dilakukan guru secara manual |
| Pengolahan hasil | Dapat tersedia di Ruang GTK | Diolah guru di luar Ruang GTK |
| Cocok untuk | Kelas dengan fasilitas digital memadai | Kelas dengan keterbatasan perangkat atau internet |
Perbedaan paling penting terdapat pada proses penilaian dan pengolahan hasil.
Jika AKM Kelas diberikan secara online, beberapa jenis soal seperti pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, dan pencocokan dapat dinilai otomatis oleh sistem. Untuk soal uraian, guru tetap perlu melakukan pemeriksaan.
Sebaliknya, apabila AKM Kelas diberikan secara offline, guru harus melakukan pemeriksaan jawaban secara manual menggunakan kunci jawaban yang telah diunduh sebelumnya.
Jangan menganggap hasil asesmen offline otomatis masuk ke Ruang GTK
Ini merupakan bagian yang sangat penting.
Guru yang memilih metode offline perlu memahami bahwa hasil penilaian AKM Kelas luring tidak dapat dimasukkan kembali ke Ruang GTK. Dengan kata lain, pengolahan nilai dan analisis hasil dilakukan secara manual oleh guru.
Karena itu, guru perlu menyiapkan catatan hasil asesmen dengan baik.
Setelah memeriksa jawaban, guru dapat mengelompokkan kemampuan murid berdasarkan hasil yang diperoleh. Informasi tersebut kemudian dapat digunakan untuk menentukan strategi pembelajaran berikutnya.
Bagaimana menganalisis hasil asesmen luring?
Setelah seluruh lembar jawaban diperiksa, pekerjaan guru sebenarnya belum selesai.
Hasil asesmen perlu dibaca sebagai informasi untuk merancang pembelajaran, bukan sekadar menentukan siapa yang memperoleh nilai tinggi atau rendah.
Pada AKM Kelas, paket soal mengukur beberapa tingkatan kognitif, yaitu pemahaman, aplikasi, dan penalaran. Semakin banyak kemampuan pada tingkat yang lebih tinggi dapat dikuasai murid, semakin tinggi pula level kompetensi yang dapat ditunjukkan.
Guru dapat membuat catatan sederhana seperti berikut:
| Hasil yang ditemukan | Tindak lanjut |
|---|---|
| Banyak murid kesulitan memahami informasi | Berikan latihan memahami bacaan/informasi |
| Murid mampu memahami tetapi kesulitan menerapkan | Tambahkan soal kontekstual |
| Murid kesulitan soal penalaran | Berikan latihan pemecahan masalah |
| Kemampuan murid sangat beragam | Pertimbangkan pembelajaran sesuai tingkat kemampuan |
Dengan cara tersebut, asesmen tidak berhenti sebagai kegiatan tes, tetapi benar-benar digunakan untuk memperbaiki pembelajaran.
Tips agar asesmen luring berjalan lancar
Ada beberapa persiapan sederhana yang sebaiknya dilakukan guru sebelum pelaksanaan.
Pertama, unduh dokumen sebelum hari pelaksanaan sehingga guru tidak bergantung pada koneksi internet ketika kegiatan berlangsung.
Kedua, periksa kembali jumlah halaman dan kualitas cetakan. Jika soal menggunakan gambar atau ilustrasi, pastikan semuanya dapat dibaca dengan jelas.
Ketiga, simpan kunci jawaban secara terpisah agar tidak sampai terlihat oleh murid saat asesmen berlangsung.
Keempat, tentukan waktu pengerjaan dan sampaikan aturan kepada murid sejak awal.
Kelima, setelah selesai, kumpulkan seluruh lembar jawaban dan lakukan pemeriksaan secara sistematis.
Keenam, dokumentasikan hasilnya agar dapat digunakan sebagai bahan perencanaan pembelajaran berikutnya.
Apakah guru wajib menggunakan soal dari Ruang GTK?
Tidak harus.
Ruang GTK menjelaskan bahwa Asesmen Murid merupakan fasilitas pendukung bagi guru. Guru tetap diperbolehkan menggunakan asesmen dari sumber lain selama instrumen tersebut dapat membantu memperoleh informasi mengenai karakteristik, potensi, kebutuhan, perkembangan, dan capaian belajar murid.
Artinya, penggunaan fitur asesmen di Ruang GTK sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan nyata di kelas.
Jika sekolah mempunyai kondisi tertentu yang membuat asesmen online kurang memungkinkan, metode luring dapat menjadi pilihan yang lebih realistis.
Kesimpulan
Tips membagikan link asesmen murid secara offline/luring pada dasarnya perlu dipahami sebagai cara menyiapkan dan membagikan soal asesmen tanpa mengharuskan murid mengakses internet ketika mengerjakan. Untuk AKM Kelas, guru dapat memilih metode offline, mengunduh soal beserta kunci jawaban, kemudian mencetak dan membagikannya kepada murid. Hal yang tidak boleh dilupakan adalah hasil asesmen offline harus diperiksa dan dianalisis secara manual, karena hasil penilaian luring tidak dapat dimasukkan kembali ke Ruang GTK. Dengan persiapan yang tepat, asesmen luring tetap dapat menjadi alat penting bagi guru untuk memahami kemampuan murid dan menentukan pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.