PMM News – Jangan mengira perjalanan selesai setelah Pelatihan Mandiri tuntas, sebab peserta masih dapat melanjutkan ke tahap Diklat Bauran melalui LMS dengan beban belajar 36 JP.
Bagi kepala sekolah dan pengawas sekolah yang mengikuti Pelatihan Mandiri Pembelajaran Mendalam dan Coding serta Kecerdasan Artifisial melalui Ruang GTK, menyelesaikan materi bukan berarti seluruh rangkaian pengembangan kompetensi berakhir.
Dalam materi sosialisasi tahun 2026 dijelaskan bahwa peserta yang telah lulus Pelatihan Mandiri dapat melanjutkan pembelajaran ke tahap berikutnya, yaitu Diklat Bauran atau MOOC melalui LMS.
Tahap lanjutan tersebut memiliki beban belajar 36 jam pelajaran atau JP dengan durasi pembelajaran selama tiga minggu.
Pelatihan Mandiri menjadi tahap awal
Pelatihan Mandiri disiapkan sebagai moda pembelajaran yang memberikan keleluasaan kepada peserta dalam mengatur waktu belajar. Kepala sekolah dan pengawas sekolah dapat mempelajari materi sesuai dengan waktu yang mereka miliki.
Namun, program tersebut tetap memiliki rangkaian pembelajaran yang harus diselesaikan. Peserta perlu mengikuti materi yang tersedia, menyelesaikan pembelajaran, dan mengikuti post test akhir.
Setelah memenuhi proses pembelajaran dan dinyatakan lulus, peserta dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.
Dengan demikian, Pelatihan Mandiri dapat dipahami sebagai bagian dari rangkaian pengembangan kompetensi yang tidak berdiri sendiri.
Masuk ke Diklat Bauran atau MOOC
Tahap selanjutnya adalah Diklat Bauran atau MOOC berbasis LMS. Materi sosialisasi menyebutkan bahwa pembelajaran lanjutan tersebut memiliki beban 36 JP dengan durasi tiga minggu.
Berbeda dengan pembelajaran mandiri yang lebih menekankan fleksibilitas individu, Diklat Bauran memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam.
Dalam paparan materi, salah satu pembeda yang disebutkan adalah adanya forum diskusi. Forum tersebut memberikan kesempatan terjadinya komunikasi dua arah antarpeserta.
Hal ini membuat pengalaman belajar pada Diklat Bauran tidak hanya berfokus pada materi yang dipelajari secara individual.
Ada proses transisi dari Ruang GTK ke LMS
Pelaksanaan program juga membutuhkan mekanisme transisi dari Pelatihan Mandiri menuju Diklat Bauran atau MOOC.
Materi sosialisasi menjelaskan bahwa lini masa penyelesaian Pelatihan Mandiri digunakan sebagai cut off untuk penarikan data peserta yang telah menyelesaikan pembelajaran. Data tersebut kemudian diperlukan untuk proses pendaftaran Bimtek daring pada LMS.
Karena itu, peserta perlu memperhatikan progres pembelajaran dan batas penyelesaian yang berlaku.
Penyelesaian tepat waktu menjadi penting karena proses administrasi menuju tahap berikutnya membutuhkan data peserta yang sudah menyelesaikan Pelatihan Mandiri.
Apa yang membedakan kedua moda?
Pelatihan Mandiri dan Diklat Bauran memiliki karakter yang berbeda.
Pelatihan Mandiri memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar secara mandiri dengan waktu yang lebih fleksibel. Peserta memiliki tanggung jawab besar dalam mengatur proses belajarnya sendiri.
Sementara itu, Diklat Bauran memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih mendalam dan melibatkan unsur interaksi melalui forum diskusi.
Dalam materi sosialisasi juga dijelaskan bahwa moda pembelajaran reguler memiliki dukungan fasilitator yang lebih kuat dibandingkan pembelajaran mandiri.
Perbedaan tersebut membuat setiap tahap memiliki fungsi masing-masing dalam proses pengembangan kompetensi.
Mengapa ada tahap lanjutan?
Tahap lanjutan diperlukan karena pengembangan kompetensi tidak cukup hanya dengan memahami materi dasar.
Kepala sekolah dan pengawas sekolah memiliki peran penting dalam memastikan pembelajaran mendalam dapat diterapkan dalam konteks satuan pendidikan.
Kepala sekolah diharapkan semakin kuat sebagai pemimpin pembelajaran, pendorong perubahan, dan penguat ekosistem belajar. Sementara pengawas sekolah diharapkan dapat menjalankan pendampingan, pembinaan, penguatan kapasitas, refleksi, dan perbaikan praktik pembelajaran.
Karena tugas tersebut membutuhkan pemahaman dan kemampuan menerapkan materi dalam konteks nyata, pembelajaran lanjutan menjadi bagian penting dalam rangkaian program.
Peserta perlu memperhatikan penyelesaian
Meskipun Pelatihan Mandiri memberikan fleksibilitas, peserta tetap perlu mengatur waktu dengan baik.
Jangan sampai peserta terlalu lama menunda pembelajaran hingga mendekati batas waktu. Hal tersebut dapat berpengaruh terhadap proses penarikan data peserta yang telah menyelesaikan Pelatihan Mandiri untuk kebutuhan tahapan berikutnya.
Selain itu, peserta juga perlu memantau informasi resmi mengenai jadwal, pendaftaran, webinar, dan proses kelulusan.
Jadwal yang ditampilkan dalam sosialisasi juga disebut dapat mengalami penyesuaian sesuai kondisi dan situasi tertentu. Karena itu, informasi terbaru dari pihak terkait tetap perlu diperhatikan.
Pengembangan kompetensi diarahkan pada praktik
Hal yang ditekankan dalam program ini adalah hubungan antara pembelajaran dengan praktik nyata.
Peserta tidak diharapkan sekadar menyelesaikan materi dan mendapatkan status selesai. Pembelajaran diharapkan dapat membantu kepala sekolah dan pengawas memahami bagaimana pembelajaran mendalam dan coding serta kecerdasan artifisial dapat didukung dan diimplementasikan sesuai peran masing-masing.
Dengan demikian, tahap Pelatihan Mandiri dan Diklat Bauran merupakan bagian dari proses yang saling berkaitan.
Kesimpulan
Peserta yang telah lulus Pelatihan Mandiri PM KKA melalui Ruang GTK masih dapat melanjutkan pembelajaran ke Diklat Bauran atau MOOC berbasis LMS. Tahap lanjutan tersebut memiliki beban belajar 36 JP dengan durasi tiga minggu. Karena prosesnya berkaitan dengan penarikan data peserta dan pendaftaran pada LMS, peserta perlu memperhatikan penyelesaian Pelatihan Mandiri serta informasi resmi mengenai jadwal dan tahapan berikutnya.