PMM News – Pengelolaan kinerja PMM untuk guru menjadi penting karena merupakan jalur penghubung profesional guru dengan pemerintah pusat. Berikut pedoman cara mengakses dan mengisi platform tersebut, semoga bermanfaat. Guru yang akan menyusun perencanaan kinerja perlu memahami tahapan pengisian fitur Pengelolaan Kinerja pada Platform Merdeka Mengajar (PMM). Proses ini tidak hanya berkaitan dengan memilih menu yang tersedia, tetapi juga menentukan sasaran kerja yang sesuai dengan tugas, kebutuhan pengembangan kompetensi, dan prioritas peningkatan pembelajaran di sekolah.
Kesalahan dalam memilih indikator atau mengisi bagian tertentu dapat membuat perencanaan perlu diperiksa kembali. Karena itu, guru sebaiknya tidak terburu-buru menyelesaikan seluruh tahapan hanya demi segera mengirimkan pengajuan kepada atasan.
Secara umum, proses pengisian mencakup pemeriksaan data diri, penentuan indikator kinerja, pemilihan kegiatan pengembangan kompetensi, pengisian tugas tambahan, penentuan perilaku kerja, serta pemeriksaan rangkuman akhir.
Setiap tahap perlu dikerjakan dengan teliti agar rencana yang disusun tidak sekadar memenuhi persyaratan administrasi, tetapi juga memberikan arah yang jelas bagi pelaksanaan tugas profesional.
1. Buka Fitur Pengelolaan Kinerja di PMM
Langkah pertama adalah membuka aplikasi PMM menggunakan akun yang sesuai. Setelah berhasil masuk, cari fitur Pengelolaan Kinerja dan ikuti petunjuk yang tersedia pada halaman awal.
Tampilan dan nama menu dapat mengalami perubahan mengikuti pembaruan sistem. Oleh sebab itu, guru sebaiknya menggunakan aplikasi atau layanan resmi dan mengikuti instruksi yang benar-benar muncul pada akunnya.
Setelah masuk ke fitur tersebut, pengguna akan diarahkan menuju halaman awal pengelolaan kinerja. Pada tahap ini, guru perlu membaca informasi yang disediakan sebelum melanjutkan ke proses berikutnya.
Jangan langsung menekan tombol pengajuan atau memilih seluruh opsi tanpa memahami fungsinya. Luangkan waktu untuk mengenali alur pengisian sehingga proses berikutnya dapat dilakukan dengan lebih teratur.
2. Periksa Kembali Data Diri
Tahap berikutnya adalah memeriksa data diri yang ditampilkan oleh sistem. Pastikan informasi yang tersedia sesuai dengan identitas dan kondisi kepegawaian pengguna.
Apabila ditemukan data yang tidak sesuai, guru perlu mengikuti prosedur perbaikan yang tersedia. Tidak semua informasi tentu dapat diedit langsung melalui fitur Pengelolaan Kinerja, sehingga perubahan tertentu mungkin membutuhkan koordinasi dengan operator atau pengelola data yang berwenang.
Pemeriksaan ini penting karena data diri menjadi bagian awal dari proses administrasi. Jika ada ketidaksesuaian, sebaiknya masalah tersebut ditangani terlebih dahulu sesuai mekanisme yang berlaku.
Setelah data dipastikan sesuai, guru dapat melanjutkan ke bagian perencanaan kinerja. Pastikan tidak ada informasi yang terlewat atau masih membutuhkan klarifikasi.
3. Tentukan Indikator Kinerja yang Sesuai
Pada tahap pemilihan indikator, guru dapat memperhatikan informasi yang berkaitan dengan Rapor Pendidikan dan prioritas peningkatan mutu satuan pendidikan.
Rapor Pendidikan dapat membantu sekolah mengenali aspek yang perlu diperbaiki. Namun, guru tetap perlu memahami konteks indikator yang tersedia sebelum menentukan pilihan.
Sebagai contoh, apabila sekolah sedang berupaya meningkatkan kualitas proses pembelajaran, guru dapat mempertimbangkan indikator yang berkaitan dengan kebutuhan tersebut selama sesuai dengan pilihan dan ketentuan sistem.
Penentuan indikator juga sebaiknya dikomunikasikan dengan kepala sekolah atau pihak terkait apabila diperlukan. Dengan begitu, sasaran kinerja individu dapat mendukung arah pengembangan sekolah.
Pilih indikator berdasarkan kebutuhan dan relevansi pekerjaan, bukan semata-mata karena pilihan tersebut dianggap paling mudah untuk diselesaikan.
4. Isi Pengembangan Kompetensi hingga Memenuhi Persyaratan
Setelah menentukan indikator, pengguna dapat masuk ke bagian pengembangan kompetensi. Pada tahap ini, sistem menyediakan pilihan kegiatan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan profesional guru.
Materi panduan yang menjadi dasar pembahasan menyebutkan target sebesar 32 poin atau jam pengembangan kompetensi. Guru perlu memastikan kembali satuan dan jumlah yang berlaku pada tampilan akun serta ketentuan periode penilaian yang sedang dijalani.
Pilih kegiatan yang relevan dengan kebutuhan pekerjaan. Misalnya, guru dapat mempertimbangkan kegiatan yang menunjang penguasaan metode pembelajaran, pemanfaatan teknologi pendidikan, pengembangan asesmen, atau peningkatan kemampuan profesional lainnya apabila pilihan tersebut tersedia.
Setelah menentukan kegiatan, perhatikan jumlah poin yang diperoleh. Jika totalnya masih kurang, tambahkan kegiatan lain yang sesuai dengan ketentuan.
Jangan hanya melihat jumlah kegiatan yang dipilih. Periksa juga apakah setiap kegiatan benar-benar relevan dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan sistem.
Jika muncul pemberitahuan bahwa target belum terpenuhi, guru perlu kembali ke bagian pengembangan kompetensi dan memeriksa kekurangannya sebelum melanjutkan.
5. Pilih Tugas Tambahan Berdasarkan Tanggung Jawab
Bagian tugas tambahan perlu diisi sesuai dengan tanggung jawab yang dijalankan guru. Pilihan yang tersedia dapat berbeda berdasarkan ketentuan dan kondisi pengguna.
Sebagai contoh, guru yang benar-benar menjalankan peran sebagai pembina ekstrakurikuler dapat mempertimbangkan pilihan yang sesuai apabila tersedia. Guru yang memiliki tanggung jawab tambahan lainnya perlu menyesuaikan pengisian dengan keadaan sebenarnya.
Hindari memilih tugas tambahan hanya karena ingin segera menyelesaikan proses. Informasi yang dicantumkan harus dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Jika guru tidak yakin mengenai pilihan yang paling sesuai, sebaiknya berkonsultasi dengan kepala sekolah atau pihak yang memahami mekanisme Pengelolaan Kinerja.
6. Tentukan Perilaku Kerja secara Cermat
Berikutnya, guru perlu mengisi bagian perilaku kerja. Bacalah setiap pilihan yang ditampilkan dan sesuaikan dengan ekspektasi perilaku dalam menjalankan tugas.
Perilaku kerja bukan sekadar pelengkap administrasi. Bagian ini berkaitan dengan bagaimana pekerjaan dilaksanakan, termasuk sikap profesional, tanggung jawab, pelayanan, dan aspek lain sesuai kategori yang disediakan sistem.
Guru sebaiknya memahami makna pilihan yang tersedia sebelum menentukan jawaban. Jika terdapat bagian yang belum jelas, gunakan petunjuk pada aplikasi atau minta penjelasan dari atasan.
Dengan pengisian yang tepat, perencanaan kinerja diharapkan dapat menggambarkan sasaran pekerjaan sekaligus perilaku yang mendukung pencapaian sasaran tersebut.
7. Simpan sebagai Draf dan Periksa Rangkuman
Setelah seluruh bagian diisi, jangan langsung mengajukan perencanaan tanpa melakukan pemeriksaan akhir.
Jika tersedia opsi penyimpanan sebagai draf, manfaatkan fitur tersebut ketika masih ada bagian yang perlu ditinjau. Guru dapat kembali memeriksa pilihan indikator, jumlah pengembangan kompetensi, tugas tambahan, serta perilaku kerja.
Periksa juga apakah sistem masih menampilkan peringatan atau persyaratan yang belum terpenuhi. Jika ada, selesaikan terlebih dahulu sesuai petunjuk yang muncul.
Setelah semua informasi dianggap sesuai, guru dapat melanjutkan ke tahap pengajuan kepada atasan. Perhatikan pemberitahuan yang muncul setelah pengajuan agar mengetahui status proses selanjutnya.
8. Jangan Lupakan Kewajiban pada e-Kinerja BKN
Satu hal yang tidak boleh diabaikan adalah hubungan antara PMM dan e-Kinerja BKN. Walaupun keduanya berkaitan dengan pengelolaan kinerja, guru tidak seharusnya menganggap pengisian PMM otomatis menyelesaikan seluruh proses penyusunan SKP di e-Kinerja.
Pastikan kembali kewajiban yang berlaku pada instansi masing-masing. Jika masih diwajibkan menyusun atau melengkapi Rencana Hasil Kerja (RHK) di e-Kinerja, lakukan sesuai prosedur dan jadwal yang ditetapkan.
Jangan mengandalkan asumsi bahwa data telah berpindah secara otomatis dari satu layanan ke layanan lain. Gunakan informasi resmi untuk memastikan apakah terdapat tahapan lanjutan yang harus dikerjakan.
Kesimpulan
Cara mengisi Pengelolaan Kinerja PMM perlu dilakukan secara bertahap, dimulai dari pemeriksaan data diri, pemilihan indikator yang relevan, pemenuhan target pengembangan kompetensi, pengisian tugas tambahan, hingga penentuan perilaku kerja. Sebelum mengajukan rencana kepada atasan, guru sebaiknya memeriksa kembali seluruh isian dan memanfaatkan fitur draf jika masih diperlukan perbaikan. Selain itu, pastikan kewajiban penyusunan SKP pada e-Kinerja BKN tetap diperiksa secara terpisah sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan mengikuti tahapan secara cermat, guru dapat mengurangi kesalahan pengisian sekaligus menyusun perencanaan yang lebih bermanfaat bagi peningkatan kualitas pembelajaran.