Cara Menyusun Rencana Hasil Kerja (RHK) PMM untuk Guru

PMM News – Cara Menyusun Rencana Hasil Kerja (RHK) PMM untuk Guru – Cara menyusun Rencana Hasil Kerja (RHK) PMM perlu dipahami oleh guru sebelum mengajukan perencanaan kinerja kepada kepala sekolah. Penyusunan RHK bukan sekadar mengisi kolom pada Platform Merdeka Mengajar (PMM), tetapi juga menentukan sasaran kerja, kegiatan pengembangan kompetensi, dan perilaku kerja yang akan menjadi fokus selama satu periode penilaian.

Melalui menu Pengelolaan Kinerja, guru dapat menyusun perencanaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran dan kebutuhan satuan pendidikan. Perencanaan tersebut kemudian diajukan kepada kepala sekolah untuk ditinjau, didiskusikan, dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

Agar proses pengajuan berjalan lancar, guru perlu memahami setiap tahapan, mulai dari memilih praktik kinerja, menentukan kegiatan pengembangan kompetensi, mengisi tugas tambahan, hingga memeriksa rangkuman sebelum menekan tombol Ajukan.

Berikut panduan lengkap cara menyusun RHK di PMM yang dapat dijadikan acuan oleh guru dalam menyiapkan perencanaan kinerja.

Apa Itu RHK dalam Pengelolaan Kinerja PMM?

Rencana Hasil Kerja atau RHK merupakan bagian dari perencanaan kinerja yang menggambarkan hasil kerja yang hendak dicapai oleh pegawai dalam periode tertentu.

Dalam konteks guru, penyusunan RHK berkaitan dengan pelaksanaan tugas pendidikan, peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan kompetensi, dan kontribusi terhadap tujuan satuan pendidikan.

Melalui PMM, guru dapat menyusun perencanaan kinerja secara terstruktur. Pilihan yang tersedia membantu guru menentukan fokus pekerjaan dan kegiatan pengembangan diri yang relevan dengan tanggung jawabnya.

RHK yang baik tidak harus memuat sebanyak mungkin kegiatan. Hal yang lebih penting adalah sasaran yang dipilih sesuai kebutuhan, targetnya realistis, dan pelaksanaannya dapat dibuktikan melalui dokumen atau bukti dukung yang dipersyaratkan.

Karena itu, guru sebaiknya tidak terburu-buru mengajukan perencanaan sebelum memahami setiap komponen yang harus diisi.

Cara Menyusun RHK PMM Langkah demi Langkah

1. Login ke PMM dan Buka Pengelolaan Kinerja

Langkah pertama adalah membuka Platform Merdeka Mengajar melalui layanan resmi yang tersedia bagi guru.

Guru dapat mengakses laman PMM melalui alamat berikut:

https://guru.kemdikbud.go.id/

Selanjutnya, login menggunakan akun belajar.id yang terdaftar dan memiliki akses ke layanan Pengelolaan Kinerja.

Setelah berhasil masuk, cari menu Pengelolaan Kinerja. Pilih peran sebagai Pegawai apabila pilihan peran tersebut ditampilkan, kemudian ikuti petunjuk untuk memulai perencanaan kinerja.

Pastikan periode perencanaan yang dipilih sudah benar. Periksa pula apakah sistem meminta pengguna melanjutkan draf yang sudah ada atau memulai perencanaan baru.

Jika sebelumnya sudah pernah membuat draf, jangan langsung membuat perencanaan lain sebelum memastikan status dokumen yang tersimpan.

2. Pilih Praktik Kinerja yang Menjadi Prioritas

Tahap berikutnya adalah menentukan praktik kinerja yang akan menjadi fokus peningkatan selama periode penilaian.

Dalam proses ini, guru perlu memperhatikan kebutuhan pembelajaran di kelas serta rekomendasi yang tersedia pada sistem, termasuk informasi dari Rapor Pendidikan apabila ditampilkan.

Pilih indikator yang paling relevan dengan kondisi pembelajaran dan kebutuhan pengembangan profesional.

Beberapa contoh fokus praktik pembelajaran yang dapat menjadi pertimbangan antara lain:

  • Keteraturan suasana kelas, untuk menciptakan lingkungan belajar yang tertib dan mendukung keterlibatan murid.
  • Umpan balik konstruktif, untuk membantu murid memahami kekuatan dan bagian yang perlu diperbaiki dari hasil belajarnya.
  • Instruksi yang adaptif, untuk menyesuaikan arahan pembelajaran dengan kebutuhan dan kemampuan murid.

Contoh tersebut bukan berarti semua guru harus memilih indikator yang sama. Pilihan sebaiknya disesuaikan dengan indikator yang tersedia pada akun serta prioritas peningkatan pembelajaran di satuan pendidikan.

Setelah menentukan pilihan, periksa kembali deskripsi indikator dan pastikan Anda memahami praktik yang diharapkan. Jika sudah sesuai, lanjutkan ke bagian pengembangan kompetensi melalui tombol yang tersedia.

3. Susun RHK Pengembangan Kompetensi

Pengembangan kompetensi menjadi bagian penting dalam perencanaan kinerja guru. Melalui kegiatan ini, guru dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan profesional yang mendukung pembelajaran.

Pada tahap ini, perhatikan jenis kegiatan yang tersedia, target pelaksanaan, serta bukti dukung yang harus dipenuhi.

Pilihan kegiatan dapat mencakup pelatihan mandiri, webinar, berbagi praktik baik, bimbingan teknis, atau kegiatan pengembangan kompetensi lainnya sesuai pilihan pada sistem.

Pilih kegiatan yang benar-benar relevan dan realistis untuk dilaksanakan. Jangan hanya mengejar jumlah poin tanpa mempertimbangkan manfaat kegiatan bagi peningkatan kompetensi.

Memahami poin pengembangan kompetensi

Dalam panduan yang digunakan sebagai acuan, terdapat contoh bobot poin kegiatan sebagai berikut.

Jenis kegiatan Contoh bobot poin Contoh bukti dukung
Peserta webinar atau berbagi praktik baik 4 poin Sertifikat atau bukti lain sesuai ketentuan
Pelatihan mandiri PMM 12 poin Sertifikat pelatihan yang dipersyaratkan
Bimbingan teknis atau diklat 8 poin Sertifikat atau bukti keikutsertaan sesuai ketentuan

Catatan: Angka tersebut merupakan contoh berdasarkan informasi yang diberikan dan perlu dicocokkan dengan bobot yang benar-benar ditampilkan pada sistem untuk periode kinerja Anda. Bobot kegiatan dan persyaratan bukti dukung dapat berubah mengikuti ketentuan yang berlaku.

Cara menghitung target pengembangan kompetensi

Jika sistem menetapkan target poin tertentu, guru perlu menghitung kombinasi kegiatan agar memenuhi ketentuan tanpa menyusun target yang berlebihan.

Sebagai ilustrasi, apabila bobot yang berlaku memang 12 poin untuk pelatihan mandiri, 8 poin untuk bimbingan teknis, dan 4 poin untuk webinar, kombinasi berikut menghasilkan 32 poin:

Kegiatan Target Bobot per kegiatan Total poin
Pelatihan mandiri 1 kegiatan 12 12
Bimbingan teknis 2 kegiatan 8 16
Webinar 1 kegiatan 4 4
Total 4 kegiatan 32 poin

Perhitungan ini hanya ilustrasi, bukan ketentuan bahwa setiap guru wajib mengambil kombinasi kegiatan tersebut.

Gunakan bobot dan target yang muncul pada akun PMM. Jika sistem menetapkan minimal 32 poin per semester untuk perencanaan Anda, pastikan totalnya memenuhi batas tersebut sebelum melanjutkan.

Setelah memilih jenis kegiatan dan menentukan target kuantitas, periksa total poin yang dihitung oleh sistem. Jika masih kurang, tambahkan kegiatan yang sesuai. Jika sudah memenuhi ketentuan, lanjutkan ke bagian berikutnya.

4. Isi Tugas Tambahan Jika Ada

Pada tahap berikutnya, guru dapat diminta mengisi informasi tugas tambahan sesuai pilihan yang tersedia dalam sistem.

Tugas tambahan dapat berkaitan dengan tanggung jawab lain di sekolah, misalnya wali kelas, guru piket, pembina ekstrakurikuler, atau tugas lain yang ditetapkan secara resmi.

Pilih tugas tambahan berdasarkan penugasan yang benar-benar dimiliki. Jika diperlukan, cocokkan dengan surat keputusan atau dokumen penugasan dari kepala sekolah.

Jangan memilih tugas tambahan hanya karena tersedia pada daftar pilihan. Data yang dimasukkan sebaiknya sesuai dengan tanggung jawab yang dapat dibuktikan.

Jika tidak memiliki tugas tambahan yang relevan atau bagian tersebut memang bersifat opsional, ikuti petunjuk sistem untuk melewati atau mengosongkannya.

Setelah selesai, lanjutkan ke bagian perilaku kerja.

5. Tentukan Perilaku Kerja BerAKHLAK

Perilaku kerja merupakan bagian dari perencanaan yang berkaitan dengan sikap dan tindakan dalam melaksanakan tugas sebagai aparatur sipil negara.

Nilai dasar ASN BerAKHLAK mencakup tujuh nilai utama, yaitu:

Nilai Penerapan dalam pekerjaan
Berorientasi Pelayanan Memberikan layanan pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan murid
Akuntabel Melaksanakan tugas secara bertanggung jawab dan dapat dipertanggungjawabkan
Kompeten Terus belajar dan meningkatkan kemampuan profesional
Harmonis Menjaga hubungan kerja yang saling menghargai
Loyal Menjalankan tugas sesuai ketentuan dan kepentingan organisasi
Adaptif Menyesuaikan diri terhadap perubahan dan kebutuhan pembelajaran
Kolaboratif Bekerja sama dengan rekan sejawat, kepala sekolah, dan pihak terkait

Dalam pengisian PMM, perhatikan indikator perilaku dan pilihan perwujudan perilaku yang ditampilkan.

Pilih tindakan yang sesuai dengan pekerjaan sehari-hari dan dapat diterapkan secara nyata. Misalnya, guru dapat berfokus pada peningkatan komunikasi dengan murid, tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas, atau kerja sama dengan rekan sejawat untuk memperbaiki pembelajaran.

Setelah menentukan pilihan, tinjau kembali kesesuaiannya dengan peran dan target pengembangan diri Anda. Kemudian lanjutkan ke halaman rangkuman.

6. Periksa Rangkuman Perencanaan Kinerja

Sebelum mengajukan RHK kepada kepala sekolah, periksa seluruh bagian perencanaan yang sudah diisi.

Pastikan komponen praktik kinerja, pengembangan kompetensi, tugas tambahan jika ada, dan perilaku kerja telah sesuai dengan pilihan Anda.

Beberapa hal yang perlu diperiksa meliputi:

  • Indikator praktik kinerja sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
  • Target pengembangan kompetensi memenuhi ketentuan yang berlaku.
  • Jenis kegiatan yang dipilih realistis untuk dilaksanakan.
  • Tugas tambahan sesuai dengan penugasan yang dimiliki.
  • Perilaku kerja mencerminkan tindakan yang dapat diterapkan.
  • Tidak ada pilihan atau informasi yang terisi secara keliru.

Jika masih ada bagian yang perlu diperbaiki, gunakan opsi kembali atau simpan draf apabila tersedia. Jangan langsung mengajukan perencanaan hanya karena seluruh kolom sudah terisi.

Pemeriksaan ulang dapat membantu mengurangi risiko pengembalian perencanaan dan pekerjaan administratif berulang.

7. Ajukan RHK kepada Kepala Sekolah

Jika seluruh komponen sudah sesuai, lanjutkan dengan menekan tombol Ajukan atau tombol pengajuan yang ditampilkan pada sistem.

Setelah pengajuan berhasil dikirim, kepala sekolah dapat melakukan pemeriksaan sesuai kewenangannya dalam pengelolaan kinerja.

Guru sebaiknya menginformasikan kepada kepala sekolah bahwa perencanaan telah diajukan. Jika diperlukan, diskusikan alasan pemilihan indikator dan kegiatan pengembangan kompetensi agar terdapat kesepahaman mengenai sasaran yang akan dicapai.

Apabila kepala sekolah meminta penyesuaian, baca masukan yang diberikan dan lakukan perbaikan melalui mekanisme yang tersedia.

Perlu diingat bahwa mengajukan RHK tidak selalu berarti perencanaan langsung disetujui. Guru tetap perlu memantau status pengajuan dan menyelesaikan tahapan berikutnya sesuai instruksi pada sistem.

Tips Menyusun RHK agar Tidak Perlu Berulang Kali Diperbaiki

Agar proses perencanaan berjalan lebih efektif, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan sejak awal.

Pertama, tentukan prioritas sebelum membuka PMM. Pikirkan kebutuhan pembelajaran yang benar-benar ingin ditingkatkan, sehingga pilihan indikator tidak dilakukan secara asal.

Kedua, pilih kegiatan pengembangan kompetensi yang dapat diselesaikan. Sesuaikan target dengan waktu, ketersediaan kegiatan, dan kemampuan untuk memenuhi bukti dukung.

Ketiga, periksa bobot poin pada sistem. Jangan hanya mengandalkan informasi dari panduan lama atau pengalaman rekan kerja karena pilihan dan ketentuan dapat berubah.

Keempat, cocokkan tugas tambahan dengan dokumen penugasan. Langkah ini membantu menjaga kesesuaian antara data perencanaan dan tanggung jawab yang sebenarnya.

Kelima, diskusikan perencanaan dengan kepala sekolah. Komunikasi sebelum pengajuan dapat membantu menyamakan pemahaman tentang prioritas sekolah dan target kinerja guru.

Keenam, simpan draf sebelum mengajukan jika masih ragu. Jika fitur tersebut tersedia, gunakan untuk memeriksa ulang sebelum mengirimkan perencanaan.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menyusun RHK PMM

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain memilih indikator tanpa memahami maknanya, menetapkan target kegiatan terlalu tinggi, memasukkan tugas tambahan yang tidak sesuai, dan mengandalkan bobot poin dari sumber yang belum tentu terbaru.

Kesalahan lain adalah terburu-buru menekan tombol Ajukan tanpa memeriksa rangkuman. Padahal, setelah pengajuan masuk ke tahapan berikutnya, proses perbaikan bisa memerlukan koordinasi tambahan dengan kepala sekolah.

Guru juga sebaiknya tidak menganggap bahwa semua akun memiliki tampilan dan pilihan yang persis sama. Jika ada perbedaan menu, ikuti petunjuk resmi yang muncul pada akun masing-masing.

Pada akhirnya, cara menyusun Rencana Hasil Kerja (RHK) PMM dimulai dengan login menggunakan akun belajar.id, memilih praktik kinerja yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran, menyusun target pengembangan kompetensi, mengisi tugas tambahan jika ada, serta menetapkan perilaku kerja yang relevan. Setelah seluruh komponen diperiksa, guru dapat mengajukan perencanaan kepada kepala sekolah untuk ditinjau dan ditindaklanjuti. Dengan memilih target yang realistis, memeriksa ketentuan pada sistem, dan melakukan koordinasi sejak awal, penyusunan RHK diharapkan menjadi lebih terarah serta mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.