Cara Menggunakan Fitur Asesmen Murid di PMM

PMM news – Cara Menggunakan Fitur Asesmen Murid di PMM – Guru kini memiliki lebih banyak pilihan untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik sebelum menentukan strategi pembelajaran. Salah satunya melalui fitur Asesmen Murid di Platform Merdeka Mengajar (PMM).

Fitur ini dapat membantu guru mendapatkan gambaran mengenai kemampuan murid, khususnya pada aspek literasi dan numerasi. Hasil asesmen kemudian dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan ketika guru menyusun pembelajaran sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik.

Penggunaan Asesmen Murid juga dapat membantu guru menghindari pola pembelajaran yang sama untuk seluruh siswa tanpa mempertimbangkan perbedaan kemampuan. Dengan mengetahui tingkat penguasaan kompetensi, guru dapat menentukan materi, pendampingan, maupun tantangan yang lebih sesuai.

Lantas, bagaimana cara menggunakan fitur Asesmen Murid di PMM? Berikut panduan yang dapat diikuti.

Apa Itu Asesmen Murid di PMM?

Asesmen Murid merupakan salah satu fitur yang dapat dimanfaatkan guru untuk memperoleh informasi mengenai kemampuan peserta didik melalui perangkat asesmen yang tersedia.

Asesmen dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi kemampuan literasi dan numerasi murid. Informasi tersebut bukan sekadar angka atau nilai, tetapi dapat menjadi bahan bagi guru untuk memahami bagian mana yang sudah dikuasai dan bagian mana yang masih membutuhkan penguatan.

Dalam praktiknya, hasil asesmen dapat membantu guru menyusun pembelajaran yang lebih sesuai dengan tingkat kemampuan murid.

Pendekatan seperti ini sejalan dengan gagasan Teaching at the Right Level (TaRL), yaitu memberikan pembelajaran dengan mempertimbangkan kemampuan aktual peserta didik.

Cara Mengakses Fitur Asesmen Murid

Langkah pertama adalah membuka Platform Merdeka Mengajar melalui perangkat yang digunakan.

Guru dapat menggunakan aplikasi PMM pada perangkat yang didukung atau mengakses layanan melalui browser.

Setelah halaman atau aplikasi terbuka, lakukan login menggunakan akun yang memiliki akses ke PMM.

Setelah berhasil masuk, cari dan pilih menu Asesmen Murid.

Apabila tampilan menu berbeda dari panduan yang pernah dilihat sebelumnya, guru tidak perlu langsung menganggap fitur tersebut hilang. Antarmuka PMM dapat mengalami pembaruan sehingga posisi menu dapat berubah.

Pilih Paket Asesmen yang Sesuai

Setelah masuk ke Asesmen Murid, guru dapat melihat berbagai perangkat atau paket asesmen yang tersedia.

Pilihan tersebut dapat disesuaikan dengan fase atau jenjang peserta didik serta kemampuan yang ingin diketahui.

Untuk jenjang SD, misalnya, guru dapat memilih perangkat yang sesuai dengan fase pembelajaran yang sedang ditangani.

Selain memperhatikan kelas, guru juga perlu melihat fokus asesmennya. Apakah ingin memperoleh gambaran kemampuan literasi atau numerasi.

Jangan memilih paket soal hanya berdasarkan tingkat kelas. Pertimbangkan juga tujuan pelaksanaan asesmen dan kondisi peserta didik.

Lihat Pratinjau Soal Sebelum Digunakan

Sebelum membagikan asesmen kepada murid, guru sebaiknya memanfaatkan fitur pratinjau atau preview apabila tersedia.

Langkah ini berguna untuk melihat bentuk pertanyaan, materi yang diukur, serta tingkat kesesuaiannya dengan kondisi kelas.

Dengan melihat soal terlebih dahulu, guru dapat memastikan perangkat asesmen yang dipilih memang relevan dengan tujuan pengukuran.

Tahap ini juga membantu guru menyiapkan perangkat dan kondisi pelaksanaan asesmen sebelum diberikan kepada peserta didik.

Pilih Pelaksanaan Online atau Offline

Salah satu hal yang perlu dipertimbangkan guru adalah metode pelaksanaan.

Asesmen dapat dilakukan menggunakan perangkat digital apabila kondisi sekolah memungkinkan. Namun, guru juga dapat menggunakan lembar soal cetak jika fasilitas perangkat atau jaringan internet terbatas.

Secara umum, perbedaannya dapat dilihat dalam tabel berikut:

Metode Pelaksanaan Pengolahan Jawaban
Online Murid mengerjakan menggunakan perangkat digital Data jawaban dapat direkam sistem
Offline Soal dicetak dan dikerjakan di kertas Guru perlu memasukkan atau merekap data sesuai mekanisme yang tersedia

Dengan adanya pilihan tersebut, guru dapat menyesuaikan pelaksanaan asesmen dengan kondisi sekolah.

Cara Melaksanakan Asesmen Secara Online

Jika guru memilih metode digital, ikuti instruksi pembuatan atau pembagian asesmen yang tersedia pada platform.

Guru dapat membuat sesi asesmen untuk kelas atau kelompok peserta didik sesuai fitur yang tersedia.

Sistem kemudian dapat menyediakan kode atau tautan asesmen yang digunakan peserta didik untuk mengakses soal.

Kode atau tautan tersebut kemudian disampaikan kepada murid.

Sebelum tes dimulai, guru sebaiknya memberikan penjelasan mengenai tata cara pengerjaan. Pastikan setiap murid memahami batas waktu dan ketentuan yang berlaku.

Selama pelaksanaan, guru tetap perlu memantau proses agar asesmen berjalan tertib.

Cara Melaksanakan Asesmen Secara Offline

Sekolah yang memiliki keterbatasan perangkat atau jaringan internet dapat mempertimbangkan metode cetak.

Guru dapat mengunduh perangkat asesmen yang tersedia, kemudian mencetak soal dan lembar jawaban sesuai kebutuhan jumlah peserta didik.

Selanjutnya, asesmen dilaksanakan secara tatap muka di kelas.

Metode ini tidak berarti hasil asesmen tidak dapat dianalisis. Guru tetap dapat melakukan pengolahan data melalui mekanisme yang tersedia setelah jawaban murid terkumpul.

Masukkan Hasil Jawaban Jika Menggunakan Kertas

Pada asesmen digital, jawaban peserta didik dapat tercatat melalui sistem.

Sementara itu, pelaksanaan menggunakan kertas membutuhkan langkah tambahan.

Guru perlu merekap atau memasukkan hasil jawaban murid sesuai mekanisme yang tersedia pada fitur Asesmen Murid.

Tahap ini perlu dilakukan dengan teliti. Kesalahan memasukkan data dapat menyebabkan hasil analisis tidak menggambarkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya.

Sebaiknya guru melakukan pengecekan ulang sebelum menyimpan data.

Lihat Hasil Asesmen Murid

Setelah jawaban peserta didik terkumpul dan diproses, guru dapat membuka kembali menu Asesmen Murid untuk melihat hasilnya.

Laporan yang tersedia dapat memberikan gambaran mengenai tingkat penguasaan kompetensi peserta didik.

Guru tidak seharusnya hanya melihat siapa yang memperoleh hasil tinggi dan siapa yang rendah.

Yang lebih penting adalah melihat pola kemampuan kelas.

Apakah sebagian besar murid masih membutuhkan penguatan kemampuan dasar? Apakah ada kelompok yang sudah menguasai kompetensi tertentu? Apakah terdapat murid yang membutuhkan pendampingan lebih intensif?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat membantu guru membaca hasil asesmen secara lebih bermakna.

Kelompokkan Murid Berdasarkan Kebutuhannya

Hasil asesmen dapat dimanfaatkan untuk menentukan kelompok belajar berdasarkan tingkat kemampuan.

Misalnya, terdapat kelompok murid yang sudah menguasai kompetensi dan dapat diberikan tantangan atau pengayaan.

Sementara kelompok yang masih membutuhkan penguatan dapat memperoleh pembelajaran yang lebih terarah.

Guru juga dapat memberikan pendampingan khusus kepada murid yang memerlukan intervensi lebih lanjut.

Pengelompokan bukan berarti memberi label tetap kepada anak. Kemampuan murid dapat berkembang sehingga hasil asesmen sebaiknya digunakan sebagai dasar untuk menentukan langkah pembelajaran berikutnya.

Gunakan Hasil Asesmen untuk Merancang Pembelajaran

Inilah bagian yang paling penting dari penggunaan Asesmen Murid.

Hasil asesmen sebaiknya tidak berhenti sebagai laporan.

Guru dapat menggunakannya untuk menentukan:

  • Materi yang perlu diulang.
  • Kompetensi yang perlu diperkuat.
  • Murid yang membutuhkan pendampingan.
  • Kelompok belajar yang sesuai.
  • Bentuk latihan tambahan.
  • Materi pengayaan bagi murid yang sudah menguasai kompetensi.
  • Strategi pembelajaran berikutnya.

Sebagai contoh, jika hasil asesmen menunjukkan sebagian besar murid masih mengalami kesulitan memahami informasi dalam bacaan, guru dapat memberikan kegiatan literasi yang lebih terarah.

Begitu pula dalam numerasi. Jika peserta didik masih kesulitan memahami konsep tertentu, guru dapat menyesuaikan aktivitas pembelajaran sebelum melanjutkan ke materi yang lebih kompleks.

Jangan Menjadikan Asesmen Sebagai Sekadar Nilai

Guru perlu memahami bahwa tujuan utama asesmen adalah mendapatkan informasi untuk memperbaiki proses pembelajaran.

Karena itu, hasil asesmen sebaiknya tidak hanya digunakan untuk menentukan siapa yang mendapat nilai tinggi atau rendah.

Data tersebut justru dapat menjadi titik awal untuk menjawab pertanyaan: “Apa yang harus dilakukan guru setelah mengetahui kemampuan murid?”

Dengan pendekatan tersebut, asesmen menjadi bagian dari proses pembelajaran, bukan kegiatan yang berdiri sendiri.

Tips Menggunakan Asesmen Murid di PMM

Agar penggunaan fitur berjalan lebih optimal, guru dapat memperhatikan beberapa hal.

Pertama, pilih perangkat asesmen yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pengukuran.

Kedua, lakukan asesmen dalam kondisi yang memungkinkan murid mengerjakan dengan nyaman.

Ketiga, pastikan data jawaban dimasukkan secara benar apabila menggunakan metode offline.

Keempat, jangan terburu-buru menyimpulkan kemampuan murid hanya berdasarkan satu hasil asesmen.

Kelima, gunakan hasil asesmen untuk menyusun tindak lanjut pembelajaran.

Keenam, lakukan asesmen kembali jika diperlukan untuk melihat perkembangan peserta didik setelah mendapatkan pembelajaran atau intervensi.

Kesimpulan

Cara menggunakan fitur Asesmen Murid di PMM dimulai dengan mengakses Platform Merdeka Mengajar, login menggunakan akun yang sesuai, membuka menu Asesmen Murid, memilih perangkat asesmen berdasarkan kebutuhan, kemudian menentukan metode pelaksanaan secara online atau offline. Setelah murid menyelesaikan asesmen, hasil jawaban dapat diproses dan dianalisis untuk melihat gambaran kemampuan literasi maupun numerasi. Hal yang paling penting, hasil tersebut jangan hanya disimpan sebagai laporan, tetapi digunakan sebagai dasar untuk merancang pembelajaran sesuai kemampuan dan kebutuhan murid. Dengan pemanfaatan yang tepat, Asesmen Murid dapat membantu guru membuat pembelajaran lebih terarah, memberikan penguatan kepada peserta didik yang membutuhkan, sekaligus menyediakan tantangan bagi murid yang sudah mencapai kompetensi lebih tinggi.