PMM News – Jenis-Jenis Perangkat Ajar yang Tersedia di PMM – Guru kini memiliki lebih banyak pilihan sumber pembelajaran digital untuk membantu menyiapkan kegiatan belajar di sekolah. Salah satunya melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM) yang menyediakan berbagai perangkat dan bahan pendukung pembelajaran.
Keberadaan perangkat ajar digital cukup membantu ketika guru membutuhkan referensi untuk menyusun pembelajaran. Guru dapat mencari bahan sesuai kebutuhan, mempelajari contoh yang tersedia, kemudian menyesuaikannya dengan kondisi peserta didik dan lingkungan sekolah.
Jenis-jenis perangkat ajar yang tersedia di PMM tidak hanya berupa modul pembelajaran. Guru juga dapat menemukan bahan ajar, perangkat untuk kegiatan projek, hingga buku teks yang dapat digunakan sebagai sumber belajar.
Hal yang perlu dipahami, perangkat yang tersedia tidak selalu harus digunakan secara utuh. Guru dapat memilih bahan yang sesuai, kemudian melakukan penyesuaian atau adaptasi agar pembelajaran lebih relevan dengan kondisi kelas.
Apa Itu Perangkat Ajar di PMM?
Perangkat ajar dapat dipahami sebagai berbagai bahan yang membantu guru dalam merencanakan maupun melaksanakan proses pembelajaran.
Dalam praktiknya, kebutuhan setiap guru tentu berbeda. Ada guru yang sedang mencari rancangan pembelajaran, ada yang membutuhkan bahan untuk menjelaskan materi, sementara guru lainnya membutuhkan referensi untuk kegiatan projek atau sumber bacaan.
Karena itu, keberagaman perangkat yang tersedia menjadi salah satu bagian penting dari pemanfaatan platform digital untuk mendukung pembelajaran.
Guru dapat melakukan pencarian berdasarkan kebutuhan tertentu, termasuk fase, mata pelajaran, dan materi yang berkaitan dengan pembelajaran.
1. Modul Ajar dan RPP
Salah satu perangkat yang banyak dicari guru adalah modul ajar.
Modul ajar merupakan dokumen yang dapat membantu guru merancang pembelajaran secara lebih terstruktur. Di dalamnya dapat terdapat berbagai komponen, mulai dari tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, asesmen, hingga bahan atau lembar aktivitas yang mendukung proses belajar.
Bagi guru, keberadaan contoh modul dapat menjadi referensi ketika akan menyusun pembelajaran untuk materi tertentu.
Guru tidak harus membuat rancangan dari awal apabila sudah menemukan perangkat yang sesuai. Namun, tetap perlu dilakukan pemeriksaan terhadap isi dan kesesuaiannya dengan kondisi peserta didik.
Istilah RPP juga masih sering digunakan oleh guru ketika mencari perangkat pembelajaran. Dalam penerapannya, guru perlu memperhatikan ketentuan dan format perencanaan pembelajaran yang berlaku pada jenjang dan konteks pendidikan masing-masing.
Yang paling penting adalah perangkat tersebut membantu guru merancang proses belajar yang jelas dan sesuai kebutuhan siswa.
2. Bahan Ajar
Jenis berikutnya adalah bahan ajar.
Bahan ajar memiliki fungsi yang berbeda dengan dokumen perencanaan pembelajaran. Jika modul ajar lebih banyak membantu guru merancang kegiatan, bahan ajar dapat digunakan sebagai materi yang membantu peserta didik memahami suatu topik.
Bentuknya dapat beragam. Guru dapat menggunakan bahan bacaan, materi pembelajaran, lembar informasi, gambar, infografis, presentasi, maupun sumber digital lain sesuai kebutuhan.
Keberadaan bahan ajar dapat membuat sumber belajar siswa menjadi lebih beragam.
Misalnya, ketika membahas suatu materi di kelas, guru tidak hanya mengandalkan buku teks. Guru dapat memberikan bahan tambahan yang membantu siswa memahami konsep melalui contoh yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
3. Modul Projek
Guru juga dapat menemukan perangkat yang berkaitan dengan pembelajaran berbasis projek.
Modul projek membantu memberikan gambaran mengenai bagaimana sebuah projek pembelajaran dapat dirancang dan dilaksanakan. Di dalamnya dapat terdapat tema, aktivitas, tahapan kegiatan, serta bentuk asesmen yang dapat digunakan sebagai referensi.
Projek memungkinkan siswa belajar melalui pengalaman yang lebih kontekstual. Peserta didik tidak hanya menerima informasi, tetapi dapat terlibat dalam proses mengamati masalah, mencari informasi, bekerja sama, membuat sesuatu, hingga melakukan refleksi.
Contoh topik projek dapat dikaitkan dengan berbagai kondisi di lingkungan sekitar sekolah, seperti kearifan lokal, lingkungan, gaya hidup berkelanjutan, kewirausahaan, atau tema lain sesuai konteks pembelajaran.
Guru dapat mempelajari perangkat yang tersedia kemudian melakukan penyesuaian. Jika contoh projek menggunakan kondisi yang tidak terdapat di lingkungan sekolah, guru dapat menggantinya dengan persoalan yang lebih dekat dengan kehidupan siswa.
4. Buku Teks Pelajaran
Jenis perangkat berikutnya adalah buku teks pelajaran.
Buku teks menjadi salah satu sumber utama yang dapat membantu guru dan peserta didik dalam mempelajari materi sesuai kurikulum yang berlaku.
Ketersediaan versi digital memberikan kemudahan akses karena buku dapat dibaca menggunakan komputer maupun perangkat lain yang mendukung.
Bagi sekolah, sumber digital juga dapat menjadi alternatif ketika membutuhkan akses cepat terhadap bahan bacaan. Guru dapat menggunakan buku teks sebagai sumber utama atau mengombinasikannya dengan bahan pembelajaran lainnya.
Namun, penggunaan sumber belajar tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan pembelajaran yang sedang dilaksanakan.
Perbedaan Fungsi Setiap Perangkat Ajar
Meskipun sama-sama tersedia sebagai sumber pembelajaran, setiap perangkat mempunyai fungsi yang berbeda.
| Jenis Perangkat | Fungsi Utama | Contoh Pemanfaatan |
|---|---|---|
| Modul Ajar | Membantu merancang pembelajaran | Menyusun langkah kegiatan dan asesmen |
| Bahan Ajar | Mendukung penyampaian materi | Bacaan, materi visual, atau presentasi |
| Modul Projek | Membantu merancang pembelajaran berbasis projek | Kegiatan projek sesuai konteks sekolah |
| Buku Teks | Menjadi sumber materi pembelajaran | Referensi materi bagi guru dan siswa |
Dengan memahami perbedaan tersebut, guru dapat menentukan perangkat mana yang paling dibutuhkan.
Perangkat Ajar Dapat Dicari Berdasarkan Fase
Banyaknya perangkat pembelajaran akan lebih mudah dimanfaatkan apabila guru menggunakan pencarian secara spesifik.
Guru dapat menyesuaikan pencarian dengan fase atau kelas yang sesuai dengan peserta didik.
Hal ini penting karena materi pembelajaran untuk satu jenjang belum tentu cocok diterapkan pada jenjang lainnya. Tingkat kesulitan, bahasa, aktivitas, dan bentuk asesmen perlu disesuaikan dengan perkembangan siswa.
Karena itu, guru sebaiknya tidak hanya melihat judul perangkat. Isi perangkat perlu diperiksa sebelum digunakan.
Bisa Disesuaikan dengan Kondisi Sekolah
Salah satu hal penting dalam menggunakan perangkat ajar digital adalah melakukan adaptasi.
Sebuah perangkat mungkin dibuat oleh guru dengan kondisi sekolah yang berbeda. Media pembelajaran yang tersedia di sekolah tersebut belum tentu dimiliki sekolah lain.
Begitu juga dengan karakter peserta didik.
Misalnya sebuah kegiatan membutuhkan akses internet secara penuh. Jika kondisi sekolah tidak memungkinkan, guru dapat mengubah kegiatan tersebut menggunakan bahan yang tersedia secara luring.
Prinsipnya, perangkat digital digunakan sebagai referensi yang dapat dikembangkan.
Guru Tidak Harus Menggunakan Perangkat Secara Utuh
Perangkat ajar yang tersedia di PMM sebaiknya tidak dianggap sebagai dokumen yang selalu harus digunakan secara keseluruhan.
Guru dapat mengambil bagian tertentu yang memang sesuai.
Sebagai contoh, guru menemukan modul ajar yang langkah pembelajarannya menarik, tetapi asesmennya kurang sesuai dengan kebutuhan siswa. Guru dapat menggunakan struktur kegiatan tersebut dan mengembangkan asesmen sendiri.
Cara seperti ini membuat perangkat ajar menjadi lebih fleksibel.
Guru tetap menjadi perancang pembelajaran, sedangkan perangkat digital berfungsi sebagai salah satu sumber referensi.
Bagaimana Memilih Perangkat Ajar yang Sesuai?
Sebelum menggunakan perangkat yang ditemukan, guru dapat melakukan pemeriksaan sederhana.
Pertama, lihat fase dan mata pelajaran. Kedua, baca tujuan pembelajaran dan materi. Ketiga, periksa aktivitas yang ditawarkan. Keempat, pertimbangkan ketersediaan media dan fasilitas di sekolah.
Guru juga perlu melihat apakah bahasa yang digunakan sesuai dengan kemampuan peserta didik.
Berikut beberapa pertanyaan yang dapat digunakan:
- Apakah perangkat sesuai dengan fase peserta didik?
- Apakah materi sesuai dengan topik yang akan diajarkan?
- Apakah aktivitas dapat dilakukan di sekolah?
- Apakah media yang diperlukan tersedia?
- Apakah asesmennya relevan?
- Apakah perangkat masih perlu disesuaikan?
Jika jawabannya sudah sesuai, perangkat dapat digunakan sebagai referensi pembelajaran. Jika belum, guru dapat mengadaptasi bagian yang diperlukan.
Mengapa Jenis Perangkat Ajar yang Beragam Penting bagi Guru?
Kebutuhan guru dalam menyiapkan pembelajaran tidak selalu sama. Pada satu kesempatan, guru mungkin membutuhkan modul pembelajaran. Pada kesempatan lain, guru membutuhkan bahan bacaan atau referensi kegiatan projek.
Karena itu, keberagaman jenis perangkat ajar di PMM memberikan ruang bagi guru untuk memilih sesuai kebutuhan.
Guru juga dapat menggunakan beberapa jenis perangkat secara bersamaan.
Misalnya, modul ajar digunakan untuk merancang kegiatan, buku teks digunakan sebagai sumber materi, bahan ajar digunakan untuk memperkaya penjelasan, dan perangkat projek digunakan ketika pembelajaran membutuhkan kegiatan berbasis projek.
Penggunaan beberapa sumber secara terarah dapat membantu pembelajaran menjadi lebih variatif.
Perangkat Digital dan Peran Guru Tetap Saling Melengkapi
Teknologi dapat membantu mempercepat pekerjaan, tetapi keputusan dalam pembelajaran tetap berada pada guru.
Guru yang berhadapan langsung dengan peserta didik mengetahui kondisi kelas, kemampuan siswa, kebutuhan pendampingan, serta lingkungan belajar yang tersedia.
Karena itu, perangkat digital akan lebih bermanfaat apabila digunakan secara kritis dan kreatif.
Bukan sekadar mencari dokumen kemudian menerapkannya, tetapi membaca, memilih, menyesuaikan, dan mengembangkan sesuai kebutuhan.
Kesimpulan
Jenis-jenis perangkat ajar yang tersedia di PMM mencakup berbagai bahan yang dapat membantu guru dalam menyiapkan pembelajaran, mulai dari modul ajar, bahan ajar, modul projek, hingga buku teks pelajaran. Masing-masing memiliki fungsi berbeda sehingga guru dapat memilih sesuai kebutuhan pembelajaran yang sedang dirancang.
Keberadaan perangkat digital juga memberikan kemudahan dalam mencari referensi berdasarkan fase, mata pelajaran, dan materi. Namun, guru tetap perlu memeriksa isi dan menyesuaikannya dengan karakteristik peserta didik, fasilitas sekolah, tujuan pembelajaran, serta kondisi lingkungan sekitar. Dengan pemanfaatan seperti itu, perangkat ajar PMM bukan hanya menjadi kumpulan dokumen digital, tetapi dapat menjadi sumber inspirasi bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih relevan dan bermakna bagi siswa.