PMM News – Perhatian kepala sekolah dan pengawas! Sebanyak 45 ribu peserta sudah menjadi sasaran Pelatihan Mandiri Ruang GTK. Pelatihan Mandiri Ruang GTK 2026 mulai menjadi perhatian kepala sekolah dan pengawas sekolah. Sebanyak 45.000 peserta ditargetkan mengikuti program ini hingga Desember 2026, tetapi siapa saja yang masuk sasaran dan kapan jadwalnya?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyiapkan program Pelatihan Mandiri Pembelajaran Mendalam serta Coding dan Kecerdasan Artifisial (PM KKA) melalui fitur Pelatihan Mandiri di Ruang GTK. Program tersebut menjadi salah satu bagian dari pengembangan kompetensi kepala sekolah dan pengawas sekolah dengan pola belajar yang lebih fleksibel.
Program ini sebelumnya telah diluncurkan secara resmi oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah pada 9 Agustus 2026. Pelaksanaannya kemudian disiapkan untuk mulai berjalan pada Oktober 2026 dan dilanjutkan dalam beberapa batch hingga Desember.
Berbeda dengan pelatihan yang sepenuhnya bergantung pada jadwal tatap muka, Pelatihan Mandiri dirancang agar peserta dapat mengatur waktu belajarnya. Dengan pola tersebut, kepala sekolah dan pengawas sekolah tetap dapat menjalankan tugas di satuan pendidikan sambil mengikuti proses pengembangan kompetensi.
Target peserta mencapai 45.000 orang
Salah satu informasi penting dalam pelaksanaan program ini adalah jumlah sasaran peserta. Untuk periode Oktober sampai Desember 2026, target yang disiapkan mencapai 45.000 kepala sekolah dan pengawas sekolah.
Jumlah tersebut dibagi dalam target bulanan. Setiap bulan direncanakan terdapat:
| Sasaran | Target per bulan | Target 3 bulan |
|---|---|---|
| Kepala sekolah | 10.000 | 30.000 |
| Pengawas sekolah | 5.000 | 15.000 |
| Total | 15.000 | 45.000 |
Dengan pembagian tersebut, program diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kepala sekolah dan pengawas sekolah dalam waktu yang relatif singkat.
Namun, terdapat hal penting mengenai sasaran program. Pelatihan Mandiri melalui Ruang GTK tersebut diperuntukkan bagi kepala sekolah dan pengawas sekolah yang tidak menjadi sasaran pelatihan reguler di UPT.
Artinya, tidak semua peserta secara otomatis berada dalam sasaran yang sama. Pelatihan Mandiri menjadi salah satu jalur pengembangan kompetensi bagi mereka yang tidak masuk sasaran pelatihan reguler yang diselenggarakan melalui UPT.
Jadwal Pelatihan Mandiri 2026
Materi sosialisasi juga memuat pembagian pelaksanaan dalam tiga batch. Batch pertama berkaitan dengan periode Oktober, kemudian dilanjutkan pada November dan Desember.
Untuk batch pertama, pelatihan mandiri disebut berlangsung mulai 30 September sampai 28 Oktober 2026. Selanjutnya, batch kedua dijadwalkan mulai 1 November dan berakhir 28 November 2026.
Sementara itu, batch ketiga dijadwalkan mulai 1 Desember hingga 28 Desember 2026.
Jika dirangkum, jadwal yang disampaikan dalam sosialisasi adalah sebagai berikut:
| Batch | Periode Pelatihan Mandiri |
|---|---|
| Batch 1 | 30 September–28 Oktober 2026 |
| Batch 2 | 1–28 November 2026 |
| Batch 3 | 1–28 Desember 2026 |
Meski demikian, jadwal tersebut tidak dimaksudkan sebagai jadwal yang sepenuhnya tidak dapat berubah. Dalam sosialisasi disampaikan bahwa pelaksanaan dapat mengalami penyesuaian berdasarkan kondisi tertentu.
Karena itu, kepala sekolah dan pengawas sekolah yang menjadi sasaran program perlu tetap memantau informasi terbaru yang disampaikan oleh Direktorat KS PSTK.
Pelatihan tidak berarti harus belajar dalam satu waktu
Salah satu karakteristik yang cukup menarik dari program ini adalah fleksibilitas waktu belajar. Pelatihan Mandiri tidak dirancang sebagai kegiatan yang mengharuskan peserta mengikuti seluruh materi dalam satu waktu tertentu.
Peserta dapat menyesuaikan waktu belajar dengan kondisi dan ritme masing-masing. Dengan demikian, kepala sekolah maupun pengawas dapat mengatur kapan mereka mempelajari materi yang tersedia.
Namun, fleksibilitas tersebut bukan berarti peserta tidak memiliki batas waktu sama sekali. Lini masa penyelesaian digunakan sebagai cut off untuk menarik data peserta yang telah menyelesaikan Pelatihan Mandiri.
Data tersebut kemudian dibutuhkan dalam proses pendaftaran menuju kegiatan berikutnya, termasuk Bimtek daring melalui LMS.
Karena itu, peserta tetap perlu memperhatikan batas waktu pada batch yang diikuti. Fleksibel dalam mengatur waktu belajar bukan berarti mengabaikan jadwal penyelesaian yang sudah ditetapkan.
Tidak sekadar mengejar penyelesaian materi
Program ini juga tidak diarahkan hanya untuk mengejar jumlah peserta yang menyelesaikan materi. Struktur pembelajaran yang disiapkan mencakup modul, ringkasan topik, post test, hingga aksi nyata.
Artinya, peserta diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi secara teori. Pembelajaran juga diarahkan agar berkaitan dengan persoalan nyata yang dihadapi kepala sekolah dan pengawas dalam menjalankan tugasnya.
Bagi kepala sekolah, penguatan tersebut berkaitan dengan peran sebagai pemimpin pembelajaran, pendorong perubahan, sekaligus penguat ekosistem belajar di sekolah.
Sementara bagi pengawas sekolah, pembelajaran diharapkan mendukung fungsi pendampingan, penguatan kapasitas, refleksi, serta perbaikan praktik pembelajaran di satuan pendidikan.
Kesimpulan
Pelatihan Mandiri Ruang GTK 2026 disiapkan sebagai salah satu jalur pengembangan kompetensi kepala sekolah dan pengawas sekolah dengan pola belajar yang fleksibel. Untuk periode Oktober hingga Desember 2026, targetnya mencapai 45.000 peserta yang terdiri dari 30.000 kepala sekolah dan 15.000 pengawas sekolah. Pelaksanaan dibagi dalam tiga batch, tetapi jadwal tetap dapat mengalami penyesuaian. Karena itu, peserta perlu memperhatikan informasi resmi, menyelesaikan pembelajaran sesuai lini masa, dan tidak hanya mengejar status selesai, tetapi juga menerapkan hasil belajar dalam praktik di satuan pendidikan.