Cara Mengunggah Dokumen Persiapan Observasi di PMM

PMM News – Cara Mengunggah Dokumen Persiapan Observasi di PMM – Guru yang akan mengikuti observasi kelas melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM) perlu menyiapkan dokumen pembelajaran sebelum jadwal pengamatan berlangsung. Salah satu tahapan penting yang harus diselesaikan adalah mengunggah dokumen persiapan observasi melalui menu Pengelolaan Kinerja.

Dokumen yang diunggah umumnya berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), modul ajar, atau perangkat ajar yang akan digunakan saat pembelajaran berlangsung. Dokumen ini membantu kepala sekolah memahami rencana kegiatan pembelajaran sekaligus menjadi bahan persiapan sebelum melakukan observasi di kelas.

Selain mengunggah berkas, guru juga perlu melengkapi sejumlah informasi, seperti target perilaku yang menjadi fokus observasi, upaya mempelajari perilaku tersebut, serta jadwal pelaksanaan observasi yang telah disepakati bersama kepala sekolah.

Lantas, bagaimana cara mengunggah dokumen persiapan observasi di PMM dengan benar? Berikut panduan lengkap yang dapat diikuti guru agar proses pengisian dan pengumpulan dokumen berjalan lebih lancar.

Apa Itu Dokumen Persiapan Observasi di PMM?

Dokumen persiapan observasi merupakan bagian dari tahapan pelaksanaan kinerja guru dalam Pengelolaan Kinerja. Pada tahap ini, guru menyiapkan informasi yang diperlukan sebelum kepala sekolah melakukan pengamatan terhadap praktik pembelajaran di kelas.

Persiapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan berkas pembelajaran. Guru juga perlu menentukan perilaku yang akan menjadi fokus pengamatan dan menjelaskan upaya yang dilakukan untuk mempelajari serta menerapkan perilaku tersebut.

Dokumen RPP atau modul ajar yang dilampirkan menjadi gambaran mengenai rencana pembelajaran yang akan dilaksanakan. Karena itu, berkas sebaiknya disiapkan secara lengkap dan sesuai dengan kegiatan belajar yang benar-benar akan dilakukan.

Guru perlu memastikan bahwa dokumen yang diunggah bukan sekadar berkas administrasi, melainkan perangkat pembelajaran yang dapat digunakan sebagai acuan selama kegiatan observasi.

Cara Masuk ke Menu Pengelolaan Kinerja PMM

Sebelum mengunggah dokumen, guru harus masuk ke akun PMM menggunakan akun yang sesuai. Berikut langkah awal yang dapat dilakukan.

1. Buka Platform Merdeka Mengajar

Akses laman resmi PMM melalui alamat yang tersedia, seperti https://guru.kemdikbud.go.id/, atau melalui layanan resmi yang digunakan pada akun Anda.

Pastikan koneksi internet stabil agar proses membuka halaman dan mengunggah dokumen tidak terganggu.

2. Login Menggunakan Akun Belajar.id

Masuk menggunakan akun belajar.id yang digunakan untuk mengakses layanan pendidikan terkait. Pastikan akun tersebut benar dan dapat digunakan untuk membuka menu Pengelolaan Kinerja.

Apabila mengalami kendala login, selesaikan masalah akses akun terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke tahap pengisian dokumen.

3. Pilih Menu Pengelolaan Kinerja

Setelah berhasil masuk, cari menu Pengelolaan Kinerja pada halaman utama. Selanjutnya, buka bagian Sebagai Pegawai jika pilihan tersebut ditampilkan pada akun Anda.

Cari alur Pelaksanaan Kinerja, kemudian pilih bagian atau tombol yang mengarahkan Anda ke langkah observasi. Nama dan posisi menu dapat berubah mengikuti pembaruan platform, sehingga sesuaikan dengan tampilan terbaru yang tersedia.

Langkah-Langkah Mengisi Dokumen Persiapan Observasi

Setelah masuk ke bagian pelaksanaan observasi, guru perlu melengkapi formulir persiapan sebelum mengunggah RPP atau modul ajar.

1. Buka Bagian Isi Dokumen Persiapan

Pada halaman Pelaksanaan Observasi, cari bagian Isi Dokumen Persiapan. Jika tersedia tombol Kumpulkan atau tombol untuk mulai mengisi, pilih sesuai petunjuk yang ditampilkan.

Periksa terlebih dahulu seluruh bagian formulir agar tidak ada informasi yang terlewat.

2. Tentukan Target Perilaku atau Fokus Perilaku

Pilih target perilaku yang akan menjadi fokus observasi. Penentuan target ini perlu disesuaikan dengan indikator yang telah dibahas atau disepakati pada tahap perencanaan kinerja sebelumnya.

Jika sistem menyediakan pilihan beberapa target perilaku, pilih sesuai ketentuan yang berlaku pada formulir. Jangan memilih indikator hanya karena dianggap mudah, tetapi pertimbangkan relevansinya dengan kebutuhan peningkatan kualitas pembelajaran.

Sebagai contoh, apabila fokusnya adalah meningkatkan keterlibatan peserta didik, guru dapat menyiapkan strategi untuk mendorong siswa aktif bertanya, menyampaikan pendapat, atau berpartisipasi dalam kegiatan diskusi.

3. Isi Bagian Upaya Mempelajari

Bagian Upaya Mempelajari diisi dengan penjelasan mengenai langkah yang akan dilakukan guru untuk memahami dan menerapkan target perilaku yang dipilih.

Tuliskan upaya secara konkret, realistis, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Hindari jawaban terlalu umum, seperti hanya menuliskan “belajar lebih baik” tanpa menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan.

Contoh isian:

“Saya akan mempelajari panduan pembelajaran yang relevan melalui sumber belajar yang tersedia, berdiskusi dengan rekan sejawat, serta menyiapkan strategi pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif peserta didik.”

Contoh tersebut dapat disesuaikan dengan target perilaku dan kondisi kelas masing-masing. Hal terpenting adalah upaya yang dituliskan benar-benar dapat dilaksanakan dan berkaitan dengan fokus observasi.

4. Tentukan Jadwal Observasi

Berikutnya, isi informasi mengenai jadwal pelaksanaan observasi. Penentuan jadwal sebaiknya dilakukan melalui koordinasi dengan kepala sekolah agar tidak berbenturan dengan agenda sekolah atau kegiatan pembelajaran lainnya.

Informasi yang perlu diperiksa meliputi:

  • Tanggal observasi, sesuai kesepakatan dengan kepala sekolah.
  • Jenjang dan kelas, sesuai tempat pembelajaran yang akan diamati.
  • Mata pelajaran, sesuai kegiatan pembelajaran yang direncanakan.
  • Catatan tambahan, jika tersedia dan diperlukan untuk menjelaskan waktu atau informasi teknis lainnya.

Periksa kembali tanggal yang dipilih. Kesalahan memasukkan jadwal dapat menyebabkan ketidaksesuaian antara dokumen persiapan dan pelaksanaan observasi yang telah direncanakan.

Cara Mengunggah RPP atau Modul Ajar ke PMM

Setelah seluruh informasi persiapan diisi, guru dapat melanjutkan ke bagian unggah dokumen pembelajaran.

1. Siapkan File RPP atau Modul Ajar

Pastikan RPP, modul ajar, atau perangkat pembelajaran yang akan digunakan sudah selesai disusun. Isi dokumen harus sesuai dengan mata pelajaran, kelas, tujuan pembelajaran, dan kegiatan yang akan diamati.

Periksa kembali kelengkapan dokumen sebelum mengunggahnya. Secara umum, perangkat pembelajaran dapat memuat identitas pembelajaran, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, serta asesmen yang relevan. Sesuaikan isinya dengan kebutuhan dan format perangkat ajar yang digunakan.

2. Simpan Dokumen dalam Format PDF

Jika dokumen masih berbentuk Word atau format lain, simpan atau ekspor menjadi PDF apabila format tersebut disyaratkan oleh halaman pengunggahan.

Periksa nama file agar mudah dikenali. Misalnya, gunakan nama seperti Modul_Ajar_Matematika_Kelas_VI.pdf atau nama lain yang sesuai dengan isi dokumen.

Pastikan file PDF dapat dibuka dan seluruh halaman tampil dengan baik sebelum diunggah.

3. Perhatikan Ukuran File

Berdasarkan ketentuan pada panduan pengunggahan yang digunakan, ukuran berkas maksimal adalah 10 MB. Karena ketentuan platform dapat diperbarui, pastikan batas ukuran yang tampil pada akun Anda tetap sama sebelum mengirimkan dokumen.

Jika ukuran file terlalu besar, kompres PDF menggunakan cara yang aman tanpa mengurangi keterbacaan teks, tabel, atau gambar penting di dalamnya.

4. Klik Tombol Unggah

Gulir halaman hingga menemukan bagian Unggah Dokumen RPP/Modul Ajar. Selanjutnya, klik tombol Unggah atau pilihan yang tersedia pada tampilan akun Anda.

Biasanya, sumber dokumen dapat dipilih dari dua opsi berikut.

Unggah dari Perangkat

Pilih opsi ini jika file PDF tersimpan di komputer, laptop, atau ponsel. Cari file yang ingin dikirim, lalu konfirmasikan pilihan sesuai petunjuk yang muncul.

Ambil dari Perangkat Ajar

Gunakan opsi ini apabila perangkat ajar yang akan digunakan sudah tersedia di bagian Perangkat Ajar pada platform dan pilihan tersebut ditampilkan oleh sistem.

Pastikan dokumen yang dipilih merupakan berkas yang benar. Jangan sampai file yang terunggah berbeda dari perangkat pembelajaran yang akan digunakan saat observasi.

5. Periksa Dokumen yang Sudah Diunggah

Setelah proses unggah selesai, periksa apakah nama file telah muncul pada halaman persiapan observasi. Jika tersedia tombol Cek, gunakan fitur tersebut untuk membuka atau meninjau dokumen yang telah diunggah.

Pastikan file tidak rusak, halaman tidak terpotong, dan isi dokumen sesuai dengan rencana pembelajaran.

Jika nama file belum muncul atau proses unggah gagal, periksa koneksi internet, format dokumen, dan ukuran berkas. Setelah itu, coba kembali sesuai petunjuk yang ditampilkan oleh platform.

Perbedaan Simpan Draf dan Kumpulkan

Sebelum menyelesaikan proses, guru perlu memahami perbedaan antara menyimpan draf dan mengumpulkan dokumen.

Pilihan Fungsi
Simpan Draf Menyimpan isian sementara agar dapat diperiksa atau dilanjutkan kembali jika fitur tersebut tersedia.
Kumpulkan Mengirimkan dokumen persiapan melalui alur yang disediakan platform untuk ditindaklanjuti sesuai proses Pengelolaan Kinerja.

Jika masih ada informasi yang belum pasti, sebaiknya periksa kembali sebelum memilih Kumpulkan.

Perlu diperhatikan bahwa setelah dokumen dikumpulkan, kemampuan untuk mengubah isian secara mandiri dapat dibatasi. Oleh sebab itu, jangan terburu-buru mengirimkan dokumen sebelum memastikan target perilaku, jadwal, dan berkas yang dilampirkan sudah benar.

Jika terjadi kesalahan setelah pengumpulan, periksa apakah platform menyediakan pilihan perbaikan atau hubungi pihak yang berwenang di sekolah sesuai prosedur yang berlaku.

Syarat Dokumen Persiapan Observasi yang Perlu Diperhatikan

Agar tidak mengalami kendala saat mengunggah, guru dapat menggunakan tabel berikut sebagai daftar pemeriksaan awal.

Komponen Hal yang perlu diperiksa
Jenis dokumen RPP, modul ajar, atau perangkat ajar yang relevan dengan pembelajaran yang akan diamati
Format file PDF apabila disyaratkan pada halaman pengunggahan
Ukuran file Maksimal 10 MB berdasarkan panduan yang digunakan; verifikasi kembali pada platform
Identitas pembelajaran Kelas, mata pelajaran, dan informasi lain yang diperlukan
Tujuan pembelajaran Sesuai dengan kegiatan yang akan dilaksanakan
Langkah kegiatan Menjelaskan urutan kegiatan pembelajaran secara jelas
Asesmen Sesuai dengan tujuan dan proses pembelajaran
Jadwal observasi Sudah disepakati bersama kepala sekolah
Target perilaku Sesuai dengan fokus yang ditetapkan pada tahap perencanaan

Kelengkapan yang diperlukan dapat berbeda sesuai format dan instruksi pada akun. Karena itu, tabel ini sebaiknya digunakan sebagai panduan pemeriksaan, bukan pengganti ketentuan resmi yang muncul pada halaman Pengelolaan Kinerja.

Penyebab Gagal Mengunggah Dokumen Persiapan Observasi

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan proses pengunggahan dokumen tidak berjalan lancar.

Pertama, format file tidak sesuai. Jika sistem meminta PDF, berkas dalam format Word atau gambar mungkin tidak dapat diterima. Solusinya, ekspor dokumen ke format yang disyaratkan.

Kedua, ukuran dokumen melebihi batas. File yang terlalu besar dapat gagal diunggah. Periksa ukuran berkas dan lakukan kompresi apabila diperlukan.

Ketiga, koneksi internet tidak stabil. Proses unggah membutuhkan koneksi yang cukup baik. Jika terjadi kegagalan, pastikan koneksi stabil sebelum mencoba kembali.

Keempat, dokumen yang dipilih keliru. Sebelum mengirimkan, buka file dan pastikan isinya benar-benar merupakan RPP atau modul ajar yang akan digunakan dalam observasi.

Kelima, isian formulir belum lengkap. Periksa kembali target perilaku, upaya mempelajari, jadwal, dan bagian lain yang diwajibkan. Jika ada kolom wajib yang belum diisi, lengkapi sesuai petunjuk sistem.

Jika seluruh langkah telah dilakukan tetapi masalah tetap terjadi, ikuti panduan bantuan resmi yang tersedia pada PMM atau koordinasikan dengan pengelola kinerja di sekolah.

Kesimpulan

Cara mengunggah dokumen persiapan observasi di PMM dimulai dengan masuk ke menu Pengelolaan Kinerja, membuka tahap Pelaksanaan Observasi, mengisi target perilaku dan upaya mempelajari, menentukan jadwal, kemudian mengunggah RPP atau modul ajar sesuai ketentuan. Sebelum memilih Kumpulkan, guru perlu memeriksa kelengkapan isian, format dan ukuran file, serta kesesuaian perangkat pembelajaran dengan kegiatan yang akan diamati. Dengan persiapan yang teliti dan koordinasi bersama kepala sekolah, proses pengumpulan dokumen dapat dilakukan dengan lebih lancar sehingga guru dapat berfokus pada pelaksanaan observasi dan peningkatan kualitas pembelajaran.