PMM News – Punya video pembelajaran di YouTube? Jangan dibiarkan begitu saja, karena sekarang bisa dimasukkan ke Bukti Karya Ruang GTK dengan beberapa langkah mudah. Guru yang memiliki video pembelajaran di YouTube kini dapat memanfaatkannya sebagai bukti karya di Ruang GTK dengan mengikuti beberapa tahapan pengunggahan. Sebelum menerbitkan karya, guru perlu memastikan video yang dipilih sesuai dengan ketentuan dan melengkapi informasi karya secara benar.
Bukti karya menjadi salah satu bagian yang dapat dimanfaatkan guru untuk mendokumentasikan hasil karya dan aktivitas yang berkaitan dengan pembelajaran. Karena itu, bagi guru yang sudah memiliki video pembelajaran di YouTube, karya tersebut dapat dipilih untuk dimasukkan ke dalam sistem sesuai fitur yang tersedia.
Prosesnya dimulai dari membuka layanan Ruang GTK, masuk ke bagian Bukti Karya, kemudian memilih karya yang akan ditambahkan. Setelah itu, guru dapat menghubungkan akun YouTube untuk mengambil video yang sudah tersedia.
Buka Ruang GTK Terlebih Dahulu
Tahap awal yang perlu dilakukan adalah membuka Ruang GTK melalui layanan resminya.
Setelah halaman terbuka, guru dapat menggulir halaman hingga menemukan bagian Bukti Karya. Fitur tersebut menjadi tempat untuk mengelola karya yang akan ditampilkan atau didokumentasikan.
Selanjutnya, pilih menu Karya Saya. Pada halaman tersebut, guru dapat menemukan opsi untuk menambahkan karya baru.
Untuk memasukkan video yang sudah ada di YouTube, guru tidak perlu mengunggah ulang file video dari komputer apabila fitur integrasi YouTube tersedia pada akun yang digunakan.
Pilih Tambah Karya
Setelah masuk ke bagian Karya Saya, langkah berikutnya adalah memilih Tambah Karya.
Pada tahap ini, sistem akan memberikan beberapa pilihan jenis karya yang dapat dimasukkan. Karena karya yang akan digunakan berupa video, pilih kategori yang sesuai.
Bagi guru yang hendak menggunakan video YouTube, pilih Lainnya, kemudian lanjutkan dengan memilih Video apabila opsi tersebut tersedia pada tampilan akun.
Pemilihan jenis karya perlu dilakukan dengan benar karena akan menentukan informasi yang perlu dilengkapi pada tahap berikutnya.
Hubungkan dengan Akun YouTube
Setelah memilih video sebagai jenis karya, pengguna akan menemukan pilihan berkaitan dengan sumber video.
Apabila video sudah pernah diunggah ke YouTube, pilih opsi yang menyatakan bahwa video tersebut sudah tersedia di YouTube.
Selanjutnya, sistem akan mengarahkan pengguna untuk menghubungkan akun YouTube.
Pada tahap ini, guru perlu memastikan akun Google yang digunakan memang merupakan akun yang memiliki akses terhadap video yang ingin dipilih.
Proses penghubungan akun dilakukan melalui mekanisme autentikasi yang tersedia. Ikuti instruksi pada layar sampai akun berhasil terhubung.
Jangan memasukkan password Google ke halaman yang tidak resmi. Pastikan proses login berlangsung melalui halaman autentikasi resmi Google.
Pilih Video yang Akan Dijadikan Bukti Karya
Setelah akun berhasil terhubung, sistem dapat menampilkan daftar video yang tersedia pada akun YouTube tersebut.
Guru kemudian dapat mencari video yang akan digunakan sebagai bukti karya.
Misalnya, seorang guru mempunyai video pembelajaran mengenai peredaran darah manusia. Video tersebut dapat dipilih apabila memang sesuai dengan karya yang ingin didokumentasikan.
Setelah menemukan video yang tepat, klik video tersebut untuk melanjutkan ke tahap pengisian informasi.
Guru sebaiknya memilih video yang memang dibuat sendiri atau memiliki hak penggunaan yang jelas. Hal ini penting agar karya yang diterbitkan tidak menimbulkan persoalan terkait hak cipta.
Lengkapi Judul dan Deskripsi Video
Setelah video dipilih, informasi karya akan ditampilkan pada halaman berikutnya.
Guru perlu memeriksa judul dan deskripsi yang muncul. Apabila masih dapat diedit, pastikan informasinya menggambarkan isi video secara jelas.
Judul sebaiknya dibuat spesifik sehingga pembaca dapat memahami isi karya tanpa harus membuka videonya terlebih dahulu.
Deskripsi juga dapat digunakan untuk menjelaskan tujuan pembuatan video, materi yang dibahas, atau konteks penggunaannya dalam pembelajaran.
Jangan memasukkan informasi yang tidak berkaitan dengan isi video. Semakin jelas informasi yang ditampilkan, semakin mudah karya tersebut dipahami oleh pengguna lain.
Tentukan Jenjang Pendidikan
Tahap berikutnya adalah memilih jenjang pendidikan yang sesuai.
Pilihan jenjang dapat disesuaikan dengan isi karya, misalnya SD, SMP, SMA, atau jenjang lain yang tersedia dalam sistem.
Guru perlu memastikan pilihan tersebut benar-benar sesuai dengan sasaran pembelajaran dalam video.
Misalnya, video yang dibuat untuk pembelajaran siswa SD sebaiknya tidak dipilih sebagai materi untuk jenjang SMA hanya karena topiknya memiliki kesamaan.
Pilih Kelas yang Sesuai
Setelah jenjang ditentukan, guru dapat melanjutkan dengan memilih kelas.
Pilihan kelas harus disesuaikan dengan materi yang terdapat dalam video. Pengisian data yang tepat akan membantu memberikan konteks kepada orang yang melihat karya tersebut.
Sebagai contoh, jika video membahas materi yang digunakan untuk kelas tertentu, pilih tingkat kelas yang sesuai dengan materi tersebut.
Guru juga perlu memeriksa kembali semua pilihan sebelum melanjutkan ke tahap penerbitan.
Pilih Mata Pelajaran atau Modul Proyek
Selanjutnya terdapat bagian untuk menentukan mata pelajaran atau modul proyek sesuai dengan karya yang dimasukkan.
Pilih mata pelajaran yang paling relevan dengan isi video.
Jika video membahas materi pembelajaran IPA, misalnya, maka pilihan mata pelajaran perlu disesuaikan dengan konteks pembelajaran yang digunakan.
Jangan memilih mata pelajaran secara asal hanya agar karya dapat diterbitkan. Informasi tersebut merupakan bagian dari identitas karya sehingga sebaiknya menggambarkan isi sebenarnya.
Pastikan Karya Tidak Mengandung Plagiasi
Sebelum menerbitkan karya, guru akan menemukan bagian pernyataan mengenai keaslian dan kepatuhan terhadap ketentuan konten.
Guru perlu memastikan bahwa karya yang akan diterbitkan tidak mengandung plagiasi, unsur SARA, pornografi, maupun konten lain yang dilarang.
Pernyataan tersebut jangan hanya dianggap sebagai formalitas. Guru sebaiknya memastikan video memang layak dipublikasikan dan tidak menggunakan karya orang lain tanpa izin.
Jika terdapat gambar, musik, materi, atau video pihak lain di dalam karya, pastikan penggunaannya sesuai dengan ketentuan hak cipta dan peraturan yang berlaku.
Periksa Kembali Sebelum Diterbitkan
Sebelum menekan tombol terbitkan, sebaiknya guru melakukan pemeriksaan terakhir.
Beberapa bagian yang dapat dicek antara lain:
| Bagian | Yang Perlu Diperiksa |
|---|---|
| Video | Pastikan video yang dipilih benar |
| Judul | Sesuai dengan isi karya |
| Deskripsi | Menjelaskan karya dengan jelas |
| Jenjang | Sesuai sasaran pendidikan |
| Kelas | Sesuai materi pembelajaran |
| Mata pelajaran | Sesuai isi video |
| Keaslian | Tidak mengandung plagiasi |
| Konten | Tidak melanggar ketentuan |
Pengecekan ini penting karena setelah karya diterbitkan, perubahan terhadap informasi tertentu dapat mengikuti fitur dan ketentuan yang berlaku pada Ruang GTK.
Klik Terbitkan
Jika seluruh informasi sudah sesuai, tahap terakhir adalah memilih Terbitkan.
Setelah proses berhasil, video yang sebelumnya berada di YouTube akan tercatat sebagai karya yang ditambahkan melalui fitur Bukti Karya sesuai mekanisme yang tersedia.
Guru kemudian dapat kembali ke bagian Karya Saya untuk melihat karya yang sudah diterbitkan.
Dengan begitu, video pembelajaran yang sebelumnya hanya tersedia di kanal YouTube dapat didokumentasikan pula melalui fitur Bukti Karya Ruang GTK.
Video YouTube Sebaiknya Sudah Siap Digunakan
Sebelum menghubungkan YouTube dengan Ruang GTK, guru sebaiknya memastikan video sudah tersedia dan dapat diakses melalui akun yang benar.
Periksa pula judul video, deskripsi, kualitas materi, dan kesesuaiannya dengan jenjang serta mata pelajaran.
Jika video dibuat sebagai bahan pembelajaran, pastikan isi dan penyajiannya memang mencerminkan karya yang ingin ditampilkan. Bukti karya sebaiknya tidak hanya berisi video, tetapi juga menunjukkan konteks karya dan relevansinya dengan kegiatan pembelajaran.
Guru juga perlu memperhatikan perubahan tampilan atau menu pada Ruang GTK. Jika posisi menu berbeda dengan panduan yang pernah dilihat sebelumnya, ikuti tampilan terbaru yang muncul pada akun masing-masing.
Kesimpulan
Mengunggah video YouTube ke Bukti Karya Ruang GTK dapat dilakukan melalui beberapa tahap, mulai dari membuka Ruang GTK, masuk ke Karya Saya, memilih Tambah Karya, menentukan jenis video, menghubungkan akun YouTube, hingga memilih dan melengkapi informasi video. Setelah jenjang, kelas, mata pelajaran, serta pernyataan terkait keaslian karya diperiksa, video dapat diterbitkan sesuai fitur yang tersedia. Guru sebaiknya memastikan video benar-benar sesuai dengan karya yang dibuat dan tidak mengandung plagiasi atau konten yang melanggar ketentuan sebelum memilih tombol Terbitkan.