PMM News – Solusi Tombol Ajukan di Pengelolaan Kinerja PMM Hilang – Tombol “Ajukan” di Pengelolaan Kinerja PMM hilang menjadi salah satu kendala yang dapat membuat guru bingung, terutama ketika seluruh isian perencanaan atau penilaian kinerja sudah selesai dikerjakan. Kondisi ini bisa membuat guru bertanya-tanya apakah ada data yang belum lengkap atau justru terjadi gangguan pada sistem.
Dalam Pengelolaan Kinerja, tombol untuk mengajukan atau melanjutkan suatu tahapan biasanya berkaitan dengan status dokumen, tahapan alur kerja, akun yang digunakan, serta data guru yang terhubung dengan sistem. Karena itu, ketika tombol “Ajukan” tidak terlihat, sebaiknya guru tidak langsung menganggap bahwa data yang sudah diisi hilang.
Ada beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan secara bertahap, mulai dari melihat status perencanaan hingga memastikan akun dan data kepegawaian sudah sesuai.
Mengapa Tombol “Ajukan” di PMM Bisa Hilang?
Tampilan Pengelolaan Kinerja tidak hanya bergantung pada halaman yang sedang dibuka. Sistem akan menampilkan tindakan tertentu berdasarkan status proses yang sedang berjalan.
Jika tahapan sebelumnya belum selesai atau masih menunggu tindakan dari pihak lain, tombol untuk melanjutkan proses dapat belum tersedia.
Selain itu, kendala teknis pada browser atau sesi akun juga dapat menyebabkan halaman tidak menampilkan fitur secara sempurna.
Beberapa penyebab yang perlu diperiksa antara lain:
| Kemungkinan Penyebab | Hal yang Perlu Dicek |
|---|---|
| Perencanaan belum final | Status RHK dan tahapan perencanaan |
| Menunggu persetujuan atasan | Tindakan Kepala Sekolah/atasan |
| Cache browser | Data sementara pada Chrome/Firefox |
| Sesi akun bermasalah | Akun belajar.id yang digunakan |
| Data kepegawaian belum sesuai | Dapodik, Verval PTK, dan data terkait |
| Timeline pengelolaan kinerja | Periode tahapan yang sedang berlangsung |
| Gangguan sistem | Pemeliharaan atau kendala layanan pusat |
Dengan melihat beberapa kemungkinan tersebut, guru dapat melakukan pengecekan secara berurutan tanpa harus langsung mengubah data yang sudah dibuat.
1. Cek Status Perencanaan Kinerja Terlebih Dahulu
Langkah pertama adalah melihat kembali status perencanaan kinerja.
Pastikan seluruh tahapan yang menjadi prasyarat untuk pengajuan sudah diselesaikan. Jangan hanya melihat apakah dokumen sudah terisi, tetapi periksa juga apakah statusnya sudah berubah menjadi tahap berikutnya.
Guru dapat mengecek kembali bagian-bagian seperti Rencana Hasil Kerja (RHK), pengembangan kompetensi, serta dialog atau proses kesepakatan dengan atasan apabila tahapan tersebut menjadi bagian dari alur yang sedang dijalankan.
Jika dokumen masih berstatus draf, proses pengajuan tentu belum dapat dilanjutkan.
Begitu pula jika perencanaan masih menunggu tindakan dari kepala sekolah atau atasan. Dalam kondisi tersebut, guru perlu menunggu sampai tahapan yang menjadi kewenangan atasan selesai.
2. Periksa Apakah Masih Menunggu Persetujuan Atasan
Salah satu hal yang sering terlewat adalah status persetujuan kepala sekolah.
Dalam Pengelolaan Kinerja, terdapat tahapan yang melibatkan guru dan atasan. Artinya, tidak semua proses dapat diselesaikan hanya dari akun guru.
Jika guru sudah menyelesaikan bagian yang menjadi tanggung jawabnya tetapi tombol “Ajukan” atau aksi lanjutan tidak muncul, periksa apakah terdapat status menunggu persetujuan, menunggu kesepakatan, atau menunggu tindakan atasan.
Guru dapat berkoordinasi dengan kepala sekolah untuk memastikan apakah terdapat permintaan atau proses yang masih harus diselesaikan melalui akun atasan.
Jangan buru-buru menghapus atau mengulang pengisian perencanaan apabila sebenarnya proses masih menunggu tindakan pihak lain.
3. Logout dan Login Kembali
Jika status perencanaan sudah benar tetapi tombol masih belum muncul, langkah berikutnya adalah melakukan logout dari akun.
Setelah keluar, tutup halaman PMM kemudian buka kembali menggunakan akun belajar.id yang memang terdaftar dan digunakan untuk Pengelolaan Kinerja.
Langkah sederhana ini dapat membantu ketika halaman sebelumnya masih menggunakan sesi login lama.
Guru juga perlu memastikan tidak terjadi kesalahan penggunaan akun. Jika dalam satu browser terdapat beberapa akun Google yang aktif, sistem terkadang dapat membuka sesi yang berbeda dari akun yang seharusnya digunakan.
4. Coba Mode Incognito
Cara berikutnya yang cukup praktis adalah membuka PMM menggunakan mode Incognito atau penyamaran.
Pada Google Chrome, guru dapat membuka jendela penyamaran kemudian masuk kembali menggunakan akun belajar.id.
Jika tombol “Ajukan” muncul ketika menggunakan mode tersebut, kemungkinan masalah berkaitan dengan cache, cookies, atau sesi browser yang sebelumnya tersimpan.
Alternatif lainnya adalah membersihkan cache dan cookies browser, kemudian melakukan login kembali.
Namun, guru sebaiknya memastikan terlebih dahulu bahwa informasi login yang diperlukan masih tersedia sebelum menghapus data browser.
5. Pastikan Tidak Menggunakan Multi-Akun
Penggunaan beberapa akun Google secara bersamaan juga perlu diperhatikan.
Misalnya, dalam satu browser guru membuka akun pribadi, akun sekolah, dan akun belajar.id. Ketika berpindah halaman, ada kemungkinan sesi akun yang aktif tidak sesuai dengan akun yang digunakan untuk Pengelolaan Kinerja.
Karena itu, ketika mengalami masalah tombol yang tidak muncul, guru dapat mencoba menggunakan satu sesi akun belajar.id saja.
Cara ini juga memudahkan untuk memastikan bahwa halaman Pengelolaan Kinerja benar-benar dibuka menggunakan akun yang tepat.
6. Periksa Data Kepegawaian dan Dapodik
Jika masalah bukan berasal dari browser, guru dapat berkoordinasi dengan operator sekolah.
Mintalah operator memeriksa data yang berkaitan dengan status dan identitas PTK melalui sistem pendataan yang digunakan sekolah.
Beberapa informasi yang perlu diperhatikan antara lain:
- Nama guru.
- NIK.
- NIP bagi guru yang memiliki NIP.
- Status kepegawaian.
- Jenis PTK.
- Satuan pendidikan tempat bertugas.
- Data penugasan.
- Informasi terkait Verval PTK.
Ketidaksesuaian data antara sumber pendataan pendidikan dan sistem terkait dapat menyebabkan fitur tertentu tidak tampil sebagaimana mestinya.
Karena itu, apabila guru sudah memastikan status Pengelolaan Kinerja benar tetapi tombol tetap tidak muncul, pemeriksaan data kepegawaian menjadi langkah yang layak dilakukan.
7. Cek Apakah Periode Pengelolaan Kinerja Masih Berlangsung
Guru juga perlu memastikan bahwa proses yang ingin dilakukan masih berada dalam periode atau tahapan Pengelolaan Kinerja yang sedang dibuka.
Sistem digital tidak selalu memberikan akses yang sama sepanjang waktu. Ada tahapan yang hanya tersedia pada periode tertentu.
Jika suatu aksi memang sudah ditutup atau belum dibuka, tombol terkait dapat tidak tersedia.
Oleh karena itu, sebelum melakukan perubahan data, periksa terlebih dahulu status periode Pengelolaan Kinerja dan tahapan yang sedang berjalan.
8. Gunakan Laptop atau Komputer
Jika guru mengakses layanan melalui perangkat seluler dan menemukan tampilan yang tidak lengkap, cobalah membuka Pengelolaan Kinerja menggunakan laptop atau komputer.
Akses melalui browser desktop dapat memberikan tampilan halaman yang lebih lengkap dan memudahkan guru melihat seluruh menu.
Guru juga dapat mencoba browser yang berbeda, misalnya Chrome atau Firefox, terutama jika halaman tidak tampil secara normal pada browser yang digunakan sebelumnya.
Langkah ini berguna untuk membedakan apakah masalah terjadi pada akun atau hanya pada perangkat dan browser.
9. Jangan Langsung Mengubah Data yang Sudah Benar
Ketika tombol “Ajukan” hilang, sebagian pengguna mungkin tergoda untuk menghapus perencanaan kemudian membuatnya kembali.
Langkah tersebut sebaiknya tidak dilakukan secara terburu-buru.
Jika seluruh data sebenarnya sudah benar, penghapusan dan pengisian ulang justru dapat membuat pekerjaan bertambah. Periksa status terlebih dahulu sebelum mengubah isi perencanaan.
Jika ternyata proses masih menunggu persetujuan atasan, misalnya, membuat ulang RHK tidak akan menyelesaikan masalah tersebut.
10. Laporkan Jika Diduga Gangguan Sistem
Apabila seluruh langkah sudah dilakukan tetapi tombol “Ajukan” tetap tidak muncul, sementara status perencanaan dan data guru sudah sesuai, kemungkinan terdapat masalah teknis yang perlu ditangani melalui layanan bantuan resmi.
Saat melaporkan kendala, sebaiknya guru menyiapkan informasi yang lengkap.
Beberapa bukti yang dapat disertakan antara lain:
1. Screenshot halaman Pengelolaan Kinerja.
2. Status perencanaan yang sedang tampil.
3. Nama akun atau informasi identitas yang relevan.
4. Penjelasan tahapan yang sudah diselesaikan.
5. Waktu ketika masalah terjadi.
Screenshot sangat membantu karena petugas dapat melihat kondisi tampilan yang dialami pengguna.
Guru sebaiknya menggunakan Pusat Bantuan atau kanal bantuan resmi PMM untuk melaporkan kendala, bukan mengandalkan tautan atau layanan tidak resmi yang beredar di grup media sosial.
Urutan Solusi yang Bisa Dicoba
Agar lebih mudah, berikut urutan pemeriksaan yang dapat dilakukan ketika tombol “Ajukan” hilang:
| Urutan | Tindakan |
|---|---|
| 1 | Periksa status perencanaan |
| 2 | Pastikan seluruh tahapan sebelumnya selesai |
| 3 | Cek apakah masih menunggu persetujuan atasan |
| 4 | Logout dan login kembali |
| 5 | Gunakan akun belajar.id yang benar |
| 6 | Coba mode Incognito |
| 7 | Periksa data PTK melalui operator |
| 8 | Pastikan periode Pengelolaan Kinerja masih berlangsung |
| 9 | Coba akses melalui laptop/komputer |
| 10 | Laporkan melalui Pusat Bantuan jika masalah tetap terjadi |
Urutan ini dapat membantu guru melakukan troubleshooting secara sistematis. Dengan demikian, guru tidak langsung menyimpulkan bahwa data perencanaan bermasalah hanya karena satu tombol tidak terlihat.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Guru Sudah Mengisi Semua Data?
Jika semua data sudah diisi tetapi tombol tetap tidak tersedia, fokus pemeriksaan sebaiknya diarahkan pada status alur, bukan hanya isi dokumen.
Dalam sistem Pengelolaan Kinerja, satu tahapan dapat bergantung pada penyelesaian tahapan sebelumnya atau tindakan dari atasan. Karena itu, kelengkapan isian belum tentu berarti tombol berikutnya langsung tersedia.
Guru dapat meminta kepala sekolah atau atasan mengecek apakah terdapat tindakan yang masih tertunda. Setelah itu, guru dapat melakukan login ulang dan memeriksa kembali halaman Pengelolaan Kinerja.
Kesimpulan
Solusi tombol “Ajukan” di Pengelolaan Kinerja PMM yang hilang dapat dimulai dengan memeriksa status perencanaan dan memastikan seluruh tahapan sebelumnya telah selesai, termasuk proses yang membutuhkan tindakan atau persetujuan atasan. Jika status sudah sesuai, guru dapat mencoba logout dan login kembali menggunakan akun belajar.id, membuka PMM melalui mode Incognito, menghindari penggunaan multi-akun, serta mencoba akses melalui laptop atau komputer. Jika masalah masih terjadi, data kepegawaian dan penugasan dapat diperiksa bersama operator sekolah melalui sistem pendataan yang relevan. Guru juga perlu memastikan proses yang dilakukan masih berada dalam periode Pengelolaan Kinerja yang berlaku. Apabila seluruh pemeriksaan sudah dilakukan tetapi tombol tetap tidak muncul, kendala dapat dilaporkan melalui Pusat Bantuan resmi PMM dengan menyertakan screenshot dan informasi detail mengenai tahapan yang sedang dijalankan.