PMM News – Praktik Kinerja Guru 2026: Ini 5 Tahapan yang Perlu Dilalui Mulai Observasi hingga Refleksi
Pelaksanaan Praktik Kinerja Guru menjadi salah satu bagian penting dalam Pengelolaan Kinerja Guru (PKG). Tahapan ini dirancang untuk membantu guru melakukan pengembangan kinerja secara bertahap melalui proses observasi, tindak lanjut, hingga refleksi dan evaluasi.
Bagi guru yang sedang menjalankan Pengelolaan Kinerja, memahami alur Praktik Kinerja menjadi penting agar setiap tahapan dapat dilakukan secara berurutan. Dalam sistem, guru tidak dapat langsung melompat ke tahapan berikutnya apabila langkah sebelumnya belum diselesaikan.
Secara umum, pelaksanaan Praktik Kinerja terdiri atas dua bagian utama, yaitu Pelaksanaan Observasi dan Pelaksanaan Tindak Lanjut. Kedua bagian tersebut kemudian dijabarkan ke dalam sejumlah aktivitas yang saling berkaitan.
Pusat Informasi ULT Kemendikdasmen menjelaskan bahwa setelah Perencanaan Kinerja yang diajukan guru disetujui oleh Kepala Sekolah, guru dapat mulai menjalankan Pelaksanaan Kinerja pada sistem Pengelolaan Kinerja Guru.
Apa Tujuan Pelaksanaan Praktik Kinerja Guru?
Pelaksanaan Praktik Kinerja pada dasarnya menjadi bagian dari proses peningkatan kualitas kinerja guru. Guru diarahkan untuk memilih sub-indikator kinerja yang menjadi fokus, kemudian mempelajari target perilaku yang relevan dan menjalankan proses perbaikan berdasarkan hasil observasi.
Dalam proses tersebut, observasi bukan sekadar kegiatan untuk mencari kekurangan guru. Tahap awal digunakan untuk melihat kondisi praktik kinerja yang ada sehingga guru dan kepala sekolah mempunyai gambaran mengenai hal yang perlu dikembangkan.
Setelah observasi dilakukan, hasilnya menjadi dasar untuk menyusun rencana tindak lanjut. Guru kemudian melaksanakan langkah perbaikan dan pada tahap akhir melakukan refleksi terhadap proses yang sudah dijalankan.
Dengan pola tersebut, Praktik Kinerja membentuk sebuah siklus yang terdiri dari kondisi awal, proses perbaikan, dan evaluasi.
Lima Tahapan Utama Praktik Kinerja Guru
Secara garis besar, tahapan pelaksanaan dapat dipahami melalui lima aktivitas berikut:
| Tahap | Kegiatan | Fokus Utama |
|---|---|---|
| A | Diskusi Persiapan | Menentukan fokus perilaku, target yang dipelajari, dan jadwal observasi |
| B | Observasi Praktik Kinerja | Melihat praktik kinerja guru sebelum tindak lanjut |
| C | Diskusi Rencana Tindak Lanjut | Merefleksikan hasil observasi dan menyusun rencana perbaikan |
| D | Pelaksanaan Tindak Lanjut | Menjalankan strategi peningkatan kinerja |
| E | Diskusi Refleksi dan Evaluasi Tindak Lanjut | Mengevaluasi capaian, tantangan, dan rencana pengembangan |
Kelima tahapan tersebut tidak berdiri sendiri. Guru perlu menyelesaikan proses secara berurutan sesuai tahapan yang tersedia dalam sistem.
Tahap Pertama: Diskusi Persiapan
Tahap awal dimulai dengan Diskusi Persiapan. Pada bagian ini, guru perlu menentukan target perilaku yang akan dipelajari dan ditampilkan ketika observasi berlangsung.
Menurut panduan resmi, guru dapat melihat rubrik observasi untuk mengetahui fokus perilaku yang akan diamati oleh Kepala Sekolah berdasarkan indikator yang telah dipilih pada tahap Perencanaan Kinerja. Guru kemudian memilih minimal satu target perilaku yang ingin dipelajari.
Guru juga diminta menjelaskan upaya yang akan dilakukan untuk mempelajari target perilaku tersebut.
Selain itu, terdapat pengaturan jadwal observasi. Penetapan jadwal sebaiknya dilakukan melalui komunikasi dengan Kepala Sekolah terlebih dahulu. Apabila jadwal yang tersedia tidak sesuai, guru dapat melakukan koordinasi kembali dengan Kepala Sekolah.
Dalam pengisian dokumen, guru juga perlu memilih jenjang dan kelas serta memasukkan mata pelajaran yang sesuai.
Setelah selesai, dokumen dapat dikirim. Jika belum selesai, guru dapat menggunakan pilihan Simpan Draf dan melanjutkan pengisian pada waktu berikutnya.
Tahap Kedua: Observasi Praktik Kinerja
Setelah dokumen persiapan dikirim, Kepala Sekolah melakukan observasi sesuai jadwal yang telah disepakati.
Tahap ini menjadi bagian penting karena guru memperoleh gambaran mengenai praktik kinerja yang sedang dijalankan. Dalam sistem, guru juga dapat melihat rincian observasi yang telah dijadwalkan.
Hasil observasi kemudian menjadi bahan untuk menentukan langkah berikutnya. Dengan kata lain, observasi berfungsi sebagai titik awal sebelum guru menyusun strategi peningkatan kinerja.
Tahap Ketiga: Menyusun Rencana Tindak Lanjut
Setelah observasi dilakukan, guru masuk ke tahap Rencana Tindak Lanjut.
Pada tahap ini, guru dapat melihat hasil rating dari Kepala Sekolah berdasarkan observasi yang telah dilakukan. Namun, hasil tersebut bukan merupakan nilai akhir. Hasil observasi digunakan sebagai dasar untuk menentukan tindak lanjut yang perlu dilakukan. Kepala Sekolah juga dapat memberikan rekomendasi tindak lanjut.
Guru kemudian menyusun rencana perbaikan berdasarkan hasil observasi.
Dalam dokumen tersebut, guru perlu menjelaskan tantangan atau kendala yang ditemui selama menjalankan Praktik Kinerja, memilih sesi belajar, menentukan tujuan tindak lanjut, menyusun langkah yang akan dilakukan, menetapkan waktu pelaksanaan, serta memilih dukungan yang dibutuhkan.
Guru juga dianjurkan berdiskusi dengan Kepala Sekolah sebelum mengisi dokumen tersebut.
Tahap Keempat: Melaksanakan Tindak Lanjut
Setelah rencana dikirim, guru mulai menjalankan Pelaksanaan Tindak Lanjut.
Tahap ini merupakan bagian praktik nyata dari rencana perbaikan yang sebelumnya telah disusun. Guru menjalankan strategi atau langkah yang dianggap relevan untuk meningkatkan kualitas Praktik Kinerja.
Pilihan tindak lanjut dapat berkaitan dengan kegiatan belajar melalui Ruang GTK maupun pilihan belajar lainnya. Yang terpenting, kegiatan tersebut memiliki hubungan dengan tujuan peningkatan kinerja yang telah direncanakan.
Pada tahap ini, guru juga perlu memperhatikan dukungan yang diperlukan. Komunikasi dengan Kepala Sekolah tetap menjadi bagian yang dapat membantu guru menjalankan rencana perbaikan secara lebih terarah.
Tahap Kelima: Refleksi dan Evaluasi Tindak Lanjut
Tahap terakhir adalah Refleksi dan Evaluasi Tindak Lanjut.
Setelah menjalankan tindak lanjut, guru diminta menuliskan refleksi mengenai hasil yang diperoleh. Berdasarkan panduan resmi, bagian ini mencakup inspirasi yang diperoleh, kemajuan yang berhasil dicapai, hambatan selama proses, serta peningkatan yang dicapai dalam menghadapi tantangan.
Refleksi bukan sekadar menuliskan bahwa kegiatan sudah dilaksanakan. Guru perlu melihat kembali proses yang telah dilakukan dan mengidentifikasi perubahan atau kemajuan yang terjadi.
Guru juga dianjurkan berdiskusi dengan Kepala Sekolah sebelum menyelesaikan dokumen refleksi. Setelah seluruh bagian selesai, dokumen dapat dikirim melalui sistem.
Mengenal Konsep Baseline, Midline, dan Endline
Jika dilihat sebagai sebuah siklus peningkatan, Praktik Kinerja dapat dipahami melalui tiga titik penting, yaitu baseline, midline, dan endline.
Baseline menggambarkan kondisi awal sebelum upaya peningkatan dilakukan. Pada tahap ini, guru dan Kepala Sekolah melihat praktik yang sedang berlangsung dan menentukan fokus yang perlu dikembangkan.
Midline berada pada tahap ketika guru mulai menyusun serta melaksanakan tindak lanjut. Hasil observasi menjadi bahan untuk menentukan langkah perbaikan.
Sementara itu, endline merupakan tahap ketika guru melakukan refleksi dan evaluasi terhadap tindak lanjut yang telah dilaksanakan. Pada titik ini, guru melihat capaian, tantangan, dan perubahan yang terjadi dibandingkan kondisi awal.
Dengan pendekatan tersebut, proses kinerja tidak hanya berhenti pada observasi, tetapi berlanjut hingga terdapat upaya nyata untuk melakukan perbaikan.
Guru Tidak Bisa Langsung Melompat ke Tahap Berikutnya
Salah satu hal yang perlu diperhatikan guru ketika mengisi Praktik Kinerja adalah setiap tahap harus dilakukan secara berurutan.
Panduan resmi menyebutkan bahwa guru tidak dapat melanjutkan ke langkah berikutnya apabila langkah sebelumnya belum diselesaikan.
Karena itu, guru sebaiknya memastikan setiap dokumen telah selesai dan dikirim sebelum berpindah ke tahap berikutnya.
Jika belum memiliki waktu untuk menyelesaikan dokumen, tersedia opsi Simpan Draf pada beberapa tahap sehingga pengisian dapat dilanjutkan kemudian.
Apa yang Perlu Dipersiapkan Guru?
Agar proses berjalan lebih lancar, guru sebaiknya memahami terlebih dahulu fokus perilaku yang dipilih pada tahap Perencanaan Kinerja. Setelah itu, guru dapat menyiapkan gagasan mengenai target perilaku yang akan dipelajari, upaya yang akan dilakukan, serta jadwal observasi bersama Kepala Sekolah.
Pada tahap tindak lanjut, guru perlu memikirkan tantangan yang ditemukan, tujuan perbaikan, langkah konkret, waktu pelaksanaan, serta bentuk dukungan yang dibutuhkan.
Sementara pada tahap refleksi, guru dapat mencatat inspirasi, kemajuan, hambatan, dan perubahan yang terjadi selama menjalankan tindak lanjut.
Dengan persiapan tersebut, pengisian dokumen tidak hanya menjadi kegiatan administratif, tetapi dapat menggambarkan proses pengembangan praktik kinerja secara lebih nyata.
Panduan Resmi Pengisian Praktik Kinerja Guru
Bagi guru yang ingin melihat petunjuk teknis pengisian secara langsung, panduan resmi tersedia di Pusat Informasi ULT Kemendikdasmen. Artikel tersebut menjelaskan langkah pengisian mulai dari Diskusi Persiapan, Rencana Tindak Lanjut, hingga Refleksi dan Evaluasi Tindak Lanjut. Panduan tersebut tercatat diperbarui pada 14 Juli 2026.
Panduan Cara Mengisi Pelaksanaan Praktik Kinerja untuk Guru
Pada akhirnya, Pelaksanaan Praktik Kinerja Guru merupakan rangkaian proses yang dimulai dari persiapan, observasi, penyusunan tindak lanjut, pelaksanaan perbaikan, hingga refleksi dan evaluasi. Guru perlu mengikuti tahapan tersebut secara berurutan karena setiap tahap menjadi dasar bagi tahap berikutnya. Dengan memahami alurnya, guru dapat menjalankan Pengelolaan Kinerja secara lebih terarah sekaligus mendokumentasikan proses pengembangan praktik kinerja dari kondisi awal hingga evaluasi hasil tindak lanjut.