PMM News – Hai para bapak ibu guru hebat, sudah akhir tahun nihh, sudah saatnya Kepala Sekolah mengobservasi kalian. Observasi kelas di Platform Merdeka Mengajar (PMM) menjadi salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan pengelolaan kinerja guru. Melalui proses ini, guru memperoleh kesempatan untuk menunjukkan praktik pembelajaran di kelas sekaligus mendapatkan masukan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas mengajar.
Bagi sebagian guru, pengisian dokumen observasi kelas masih menimbulkan pertanyaan. Mulai dari menentukan target perilaku, menyusun jadwal bersama kepala sekolah, menyiapkan modul ajar, hingga menyelesaikan dokumen tindak lanjut, setiap tahapan perlu dipahami agar prosesnya berjalan lancar.
Observasi kelas bukan sekadar kegiatan administratif untuk memenuhi kewajiban di platform digital. Proses ini juga menjadi sarana refleksi bagi guru untuk mengenali aspek pembelajaran yang sudah berjalan baik dan bagian yang masih perlu diperbaiki.
Apa Itu Observasi Kelas di PMM?
Observasi kelas merupakan kegiatan pengamatan terhadap praktik pembelajaran yang dilakukan guru ketika mengajar. Dalam pengelolaan kinerja melalui PMM, proses ini melibatkan guru sebagai pihak yang diobservasi dan kepala sekolah atau pejabat yang berwenang sebagai pihak yang melakukan pengamatan sesuai ketentuan.
Pengamatan dilakukan dengan memperhatikan fokus perilaku yang telah ditentukan sebelumnya. Fokus tersebut berkaitan dengan cara guru mengelola pembelajaran, membangun interaksi dengan murid, memberikan instruksi, serta menciptakan suasana kelas yang mendukung proses belajar.
Hasil observasi kemudian menjadi bahan evaluasi dan pemberian umpan balik. Guru dapat memanfaatkan masukan tersebut untuk merancang tindak lanjut yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan kompetensinya.
Perlu dipahami bahwa penilaian observasi kelas tidak berdiri sendiri sebagai penilaian akhir seluruh kinerja guru. Observasi merupakan salah satu bagian dalam rangkaian pengelolaan kinerja yang juga mencakup persiapan, tindak lanjut, dan refleksi.
Langkah Pertama: Masuk ke PMM dan Buka Pengelolaan Kinerja
Sebelum memulai observasi, guru perlu memastikan dapat mengakses akun yang digunakan untuk pengelolaan kinerja.
Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:
- Buka platform Merdeka Mengajar melalui akses resmi yang tersedia.
- Masuk menggunakan akun yang telah terdaftar dan sesuai dengan ketentuan.
- Pilih menu Pengelolaan Kinerja.
- Periksa periode pengelolaan kinerja yang sedang aktif.
- Pastikan perencanaan kinerja telah mendapatkan persetujuan dari atasan.
- Buka bagian pelaksanaan kinerja dan pilih menu untuk memeriksa langkah observasi.
Nama menu atau tampilan platform dapat mengalami perubahan mengikuti pembaruan sistem. Karena itu, guru sebaiknya mengikuti petunjuk yang tampil pada akun masing-masing.
Apabila menu observasi belum tersedia, periksa terlebih dahulu status perencanaan kinerja dan periode yang dipilih. Guru juga dapat meminta bantuan operator atau pihak yang menangani pengelolaan kinerja di sekolah jika mengalami kendala akses.
Langkah Kedua: Mengisi Dokumen Persiapan Observasi
Setelah tahapan pelaksanaan kinerja tersedia, guru dapat melanjutkan ke dokumen persiapan observasi kelas.
Pada bagian ini, guru perlu menentukan perilaku yang ingin diperbaiki atau dikembangkan selama pembelajaran. Pemilihan target sebaiknya dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata di kelas, bukan sekadar memilih indikator yang dianggap paling mudah.
Beberapa fokus perilaku yang dapat menjadi perhatian antara lain:
- Keteraturan suasana kelas, yaitu upaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
- Disiplin positif, yaitu pendekatan untuk membangun perilaku murid melalui arahan dan kesepakatan yang mendidik.
- Aktivitas interaktif, yaitu cara guru mendorong keterlibatan murid dalam proses belajar.
- Instruksi pembelajaran, yaitu kejelasan arahan yang diberikan kepada peserta didik.
- Instruksi yang adaptif, yaitu penyesuaian arahan dengan kebutuhan dan kondisi murid.
Pilihan yang tersedia perlu disesuaikan dengan rubrik pada platform dan periode pengelolaan kinerja yang digunakan.
Setelah menentukan target perilaku, guru mengisi upaya yang akan dilakukan untuk mempelajarinya. Jawaban sebaiknya spesifik dan menunjukkan tindakan yang benar-benar dapat diterapkan.
Sebagai contoh, jika guru memilih keteraturan suasana kelas, upaya yang dapat direncanakan adalah menyusun kesepakatan kelas bersama murid, memberikan penguatan positif, serta menyiapkan transisi antarkegiatan agar pembelajaran berlangsung lebih tertib.
Langkah Ketiga: Menentukan Jadwal Observasi Bersama Kepala Sekolah
Tahapan berikutnya adalah menentukan waktu pelaksanaan observasi kelas.
Guru perlu berkoordinasi dengan kepala sekolah atau atasan yang berwenang agar jadwal yang dipilih sesuai dengan kesiapan kedua pihak. Penentuan jadwal tidak sebaiknya dilakukan tanpa komunikasi karena observasi membutuhkan waktu dan pengaturan kegiatan sekolah.
Pada bagian jadwal, guru biasanya perlu melengkapi informasi seperti:
- Tanggal pelaksanaan observasi.
- Jenjang dan kelas yang akan diamati.
- Mata pelajaran atau kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
- Keterangan tambahan yang perlu diketahui oleh observer.
Pilih kelas dan mata pelajaran yang memungkinkan target perilaku diamati secara nyata. Jika fokus observasi berkaitan dengan interaksi murid, misalnya, guru dapat merancang kegiatan diskusi atau tanya jawab yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Guru tidak perlu membuat pembelajaran yang sepenuhnya berbeda dari kebiasaan mengajar sehari-hari hanya demi observasi. Hal yang lebih penting adalah menunjukkan praktik pembelajaran yang terencana, relevan, dan berpusat pada kebutuhan murid.
Langkah Keempat: Menyiapkan dan Mengunggah Dokumen Pendukung
Dokumen pendukung membantu observer memahami rencana pembelajaran yang akan dilaksanakan. Dokumen yang relevan dapat berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), modul ajar, atau perangkat asesmen, sesuai kebutuhan dan ketentuan pada platform.
Sebelum mengunggah dokumen, guru perlu memeriksa beberapa hal berikut:
- Dokumen sesuai dengan mata pelajaran dan kelas yang akan diobservasi.
- Tujuan pembelajaran sudah dirumuskan dengan jelas.
- Kegiatan pembelajaran mendukung target perilaku yang dipilih.
- Instrumen asesmen sesuai dengan tujuan pembelajaran.
- File dapat dibuka dan terbaca dengan baik.
Setelah seluruh informasi diisi, periksa kembali data yang telah dimasukkan. Jika masih ada bagian yang belum siap, gunakan fitur penyimpanan draf apabila tersedia.
Jika dokumen sudah lengkap dan sesuai, kirim atau kumpulkan dokumen persiapan melalui tombol yang tersedia. Perhatikan bahwa pada alur yang dijelaskan dalam panduan teknis, pengisian dilakukan secara berurutan dan dokumen yang telah dikumpulkan dapat membatasi perubahan berikutnya. Karena itu, pastikan semua isian benar sebelum melakukan pengumpulan.
Ringkasan Tahapan Observasi Kelas di PMM
| Tahapan | Kegiatan utama | Hal yang perlu diperhatikan |
|---|---|---|
| Akses platform | Masuk ke PMM dan membuka Pengelolaan Kinerja | Pastikan akun dan periode sesuai |
| Persiapan observasi | Memilih target perilaku dan merencanakan upaya perbaikan | Pilih fokus yang relevan dengan kebutuhan kelas |
| Penjadwalan | Menentukan tanggal, kelas, dan mata pelajaran | Koordinasikan dengan kepala sekolah |
| Dokumen pendukung | Menyiapkan RPP, modul ajar, atau perangkat asesmen | Pastikan dokumen sesuai dengan pembelajaran |
| Pelaksanaan observasi | Mengajar sesuai rencana dan fokus pengamatan | Tunjukkan praktik pembelajaran secara nyata |
| Tindak lanjut | Menyusun upaya pengembangan kompetensi | Sesuaikan dengan hasil pengamatan |
| Refleksi | Menuliskan pembelajaran yang diperoleh dan perubahan yang direncanakan | Gunakan hasil refleksi untuk perbaikan praktik mengajar |
Apa yang Harus Dilakukan Saat Observasi Berlangsung?
Ketika jadwal observasi tiba, guru melaksanakan pembelajaran sebagaimana yang telah direncanakan. Observer akan memperhatikan fokus perilaku yang disepakati dan mencatat bukti praktik yang terlihat selama kegiatan berlangsung.
Guru sebaiknya memusatkan perhatian pada proses belajar murid. Pastikan instruksi mudah dipahami, aktivitas sesuai dengan tujuan pembelajaran, dan interaksi di kelas berlangsung secara positif.
Jika terdapat kendala selama pembelajaran, guru tidak perlu berusaha menutupi keadaan tersebut. Kondisi nyata di kelas justru dapat menjadi bahan diskusi untuk menemukan strategi perbaikan yang lebih sesuai.
Pada bagian penilaian, observer menggunakan rubrik yang tersedia untuk menilai keterlaksanaan fokus perilaku. Catatan dan rekomendasi yang diberikan dapat membantu guru memahami aspek yang sudah efektif serta hal-hal yang masih perlu dikembangkan.
Dengan demikian, observasi bukan semata-mata mencari kekurangan guru. Proses ini seharusnya membantu guru memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai praktik pembelajaran yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan.
Tindak Lanjut dan Refleksi Setelah Observasi
Setelah observasi selesai, guru perlu memperhatikan tahapan tindak lanjut yang tersedia dalam pengelolaan kinerja. Tahapan ini menjadi kesempatan untuk mempelajari strategi yang relevan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi.
Guru dapat menentukan kegiatan belajar yang sesuai, termasuk memanfaatkan materi pengembangan kompetensi yang tersedia pada platform apabila pilihan tersebut disediakan. Selanjutnya, guru menjalankan rencana tindak lanjut sesuai periode dan ketentuan yang berlaku.
Setelah kegiatan tindak lanjut dilakukan, guru mengisi refleksi berdasarkan pengalaman yang diperoleh. Refleksi dapat mencakup inspirasi baru, perubahan praktik yang ingin diterapkan, tantangan yang dihadapi, serta langkah berikutnya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Jawaban refleksi sebaiknya ditulis secara konkret. Hindari hanya menyampaikan bahwa pembelajaran berjalan baik tanpa menjelaskan perubahan yang akan dilakukan. Misalnya, guru dapat menuliskan rencana untuk memperjelas instruksi tugas, memberikan kesempatan berbicara yang lebih merata, atau memperbaiki pengelolaan waktu pembelajaran.
Tips Agar Pengisian Observasi Tidak Mengalami Kendala
Agar proses observasi kelas di PMM berjalan lebih lancar, guru sebaiknya menyiapkan seluruh kebutuhan sebelum membuka formulir.
Pertama, pahami fokus perilaku yang dipilih dan kaitkan dengan situasi nyata di kelas. Kedua, siapkan dokumen pembelajaran dalam format yang mudah diakses. Ketiga, komunikasikan jadwal observasi dengan kepala sekolah sejak awal.
Keempat, baca ulang setiap isian sebelum dikumpulkan. Kelima, simpan bukti atau catatan pembelajaran yang relevan untuk membantu proses refleksi. Terakhir, periksa kembali status setiap tahapan pada platform agar tidak ada dokumen yang tertinggal.
Guru juga perlu membedakan antara penyelesaian administrasi dan peningkatan kompetensi. Dokumen yang lengkap memang membantu kelancaran proses, tetapi manfaat utama observasi akan terasa ketika hasil pengamatan benar-benar digunakan untuk memperbaiki praktik pembelajaran.
Kesimpulan
Panduan observasi kelas di PMM untuk guru mencakup rangkaian kegiatan mulai dari membuka menu Pengelolaan Kinerja, mengisi dokumen persiapan, menentukan target perilaku, menyusun jadwal bersama kepala sekolah, menyiapkan perangkat pembelajaran, hingga melaksanakan tindak lanjut dan refleksi. Setiap tahapan perlu dikerjakan dengan cermat sesuai petunjuk yang tersedia pada akun masing-masing. Dengan persiapan yang baik dan kemauan untuk mengevaluasi praktik mengajar, observasi kelas dapat menjadi sarana pengembangan profesional yang membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, interaktif, dan berpusat pada murid.