PMM News – Jangan asal kirim pengelolaan kinerja kepala sekolah 2026! Ada bagian observasi di Ruang GTK yang wajib diisi dan dicek sebelum masuk tahap penilaian. Pengelolaan kinerja kepala sekolah tahun 2026 memasuki tahap penting. Sebelum observasi dilakukan, ada sejumlah bagian di Ruang GTK yang perlu diperhatikan, mulai dari pemilihan periode, diskusi persiapan, target perilaku, jadwal observasi hingga dokumen pendukung.
Bagi kepala sekolah yang sedang menjalankan pengelolaan kinerja 2026, tahapan observasi menjadi bagian yang tidak boleh dilewatkan. Proses ini bukan hanya berkaitan dengan menentukan tanggal pelaksanaan, tetapi juga membutuhkan persiapan bersama tim kerja dan pengawas sekolah.
Pengisian observasi dilakukan melalui Ruang GTK, khususnya pada menu pengelolaan kinerja. Pada tahap tersebut, kepala sekolah perlu memastikan periode kinerja yang dipilih sudah sesuai, kemudian melanjutkan ke bagian praktik kinerja.
Dalam prosesnya, terdapat beberapa informasi yang harus disiapkan sebelum pengajuan dikirim. Di antaranya target perilaku yang ingin dipelajari, upaya yang dilakukan untuk mencapai target tersebut, jadwal observasi, pertemuan, perangkat pendukung, serta catatan tambahan apabila diperlukan.
Pilih Periode Kinerja Januari-Desember 2026
Langkah awal yang perlu diperhatikan adalah memastikan periode pengelolaan kinerja yang digunakan.
Kepala sekolah dapat membuka menu Pengelolaan Kinerja di Ruang GTK, kemudian memastikan periode yang dipilih adalah Januari sampai Desember 2026.
Jika sistem masih menampilkan periode lain, pengguna dapat menggantinya melalui pilihan periode yang tersedia pada bagian akun. Setelah periode 2026 dipilih, pengguna dapat melanjutkan ke halaman pengelolaan kinerja.
Pemilihan periode ini penting karena seluruh proses perencanaan dan pelaksanaan kinerja akan mengikuti periode yang telah ditentukan.
Perhatikan Timeline Pengelolaan Kinerja
Setelah periode dipastikan, kepala sekolah dapat melihat timeline pengelolaan kinerja.
Secara umum, rangkaian proses mencakup perencanaan kinerja, persiapan praktik kinerja, observasi, pelaksanaan praktik kinerja, hingga tindak lanjut.
Untuk periode Januari-Desember 2026, bagian observasi menjadi salah satu tahapan yang perlu dipersiapkan sejak awal. Kepala sekolah tidak hanya menunggu jadwal observasi, tetapi perlu melakukan diskusi terlebih dahulu dengan pihak yang terlibat.
Pengaturan jadwal juga sebaiknya dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama sehingga pelaksanaan observasi dapat berlangsung sesuai kondisi di sekolah.
Pastikan Data Kepala Sekolah dan Atasan Sudah Sesuai
Pada halaman pengelolaan kinerja, kepala sekolah perlu memilih posisi sebagai pegawai untuk melanjutkan proses.
Selanjutnya, periksa data yang muncul pada sistem. Salah satu bagian yang perlu diperhatikan adalah informasi pejabat atasan atau pihak yang menjadi penilai.
Apabila terdapat ketidaksesuaian data, tersedia pilihan untuk melakukan konfirmasi ulang. Sebaliknya, jika data yang tampil sudah benar, proses dapat dilanjutkan ke bagian pelaksanaan kinerja.
Kepala sekolah juga perlu memperhatikan keterhubungan data dengan e-Kinerja. Jika data belum mengalir ke e-Kinerja, proses yang berkaitan dengan SKP perlu diperiksa sesuai kondisi akun dan sistem.
Masuk ke Bagian Praktik Kinerja
Setelah data utama dipastikan sesuai, pengguna dapat menuju bagian Pelaksanaan Kinerja.
Pada bagian tersebut terdapat tahapan praktik kinerja yang harus dilakukan. Kepala sekolah dapat memilih opsi untuk melaksanakan praktik kinerja dan masuk ke detail indikator yang telah ditentukan.
Salah satu bagian yang muncul berkaitan dengan siklus peningkatan kualitas praktik pendidikan.
Pada tahap pertama, terdapat bagian pelaksanaan observasi. Sebelum observasi dilakukan, kepala sekolah perlu menyelesaikan diskusi persiapan bersama tim kerja.
Tim kerja dalam proses ini dapat melibatkan guru dan pengawas sekolah sesuai mekanisme yang berlaku pada pengelolaan kinerja.
Diskusi Persiapan Menjadi Tahap Penting
Diskusi persiapan dilakukan sebelum pelaksanaan observasi. Bagian ini digunakan untuk membicarakan target perilaku, upaya yang akan dilakukan untuk mempelajarinya, serta rencana waktu observasi.
Pada indikator praktik kinerja yang berkaitan dengan kepemimpinan, kepala sekolah diarahkan untuk mempersiapkan pelaksanaan dan tindak lanjut observasi kinerja guru guna mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.
Salah satu aspek yang dapat menjadi fokus adalah pembelajaran mendalam atau deep learning.
Kepala sekolah kemudian perlu menentukan perilaku spesifik yang ingin dipelajari dalam proses observasi.
Tentukan Target Perilaku yang Akan Dipelajari
Pada bagian target perilaku, pengguna dapat memilih perilaku yang dianggap relevan dengan kebutuhan praktik kinerja.
Jumlah pilihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Kepala sekolah dapat memilih satu, dua, atau beberapa target perilaku yang tersedia.
Yang perlu diperhatikan, pemilihan tersebut sebaiknya tidak dilakukan secara asal. Target perilaku perlu dibicarakan bersama tim kerja sehingga observasi nantinya memiliki fokus yang jelas.
Setelah menentukan target, kepala sekolah perlu menjelaskan upaya yang akan dilakukan untuk mempelajari target perilaku tersebut.
Misalnya, persiapan dapat dilakukan dengan mempelajari rubrik observasi kinerja guru, berdiskusi dengan pengawas atau rekan sejawat, melakukan simulasi, melaksanakan observasi kelas secara bertahap, kemudian melakukan refleksi dan tindak lanjut bersama guru.
Isi Jadwal Observasi dengan Rencana yang Jelas
Tahapan berikutnya adalah mengisi jadwal observasi praktik kinerja.
Tanggal yang dimasukkan pada sistem pada dasarnya menjadi bagian dari perencanaan. Dalam pelaksanaannya, jadwal dapat disesuaikan melalui komunikasi dengan tim kerja atau pejabat penilai kinerja apabila terdapat perubahan kebutuhan.
Karena itu, kepala sekolah sebaiknya tidak hanya menentukan tanggal, tetapi juga menyiapkan gambaran kegiatan yang akan dilakukan ketika observasi berlangsung.
Beberapa bagian yang perlu diperhatikan dapat dirangkum sebagai berikut:
| Bagian | Contoh Isi |
|---|---|
| Jadwal | Tanggal pelaksanaan observasi |
| Pertemuan | Observasi kinerja guru di kelas dan diskusi refleksi |
| Perangkat pendukung | Rubrik, instrumen observasi, modul ajar, hasil kerja siswa |
| Catatan lainnya | Keterangan tambahan mengenai waktu dan tempat pelaksanaan |
Pengisian yang jelas akan membantu tim kerja memahami rencana observasi sebelum kegiatan dilaksanakan.
Perangkat Pendukung Perlu Dipersiapkan
Selain jadwal, kepala sekolah juga perlu menyiapkan perangkat pendukung observasi.
Perangkat tersebut dapat berupa rubrik observasi kinerja guru, instrumen pencatatan hasil observasi, modul ajar, bukti hasil pembelajaran siswa, serta dokumentasi kegiatan.
Dokumen atau perangkat pendukung tersebut digunakan sebagai bagian dari persiapan observasi. Karena itu, sebaiknya dipastikan sudah tersedia sebelum kegiatan berlangsung.
Kepala sekolah juga dapat mencantumkan catatan tambahan jika ada hal tertentu yang perlu diketahui tim kerja.
Kirim Diskusi Persiapan Setelah Data Lengkap
Setelah seluruh bagian terisi, kepala sekolah dapat memeriksa kembali informasi yang dimasukkan sebelum mengirimkannya.
Pada tahap pengiriman, sistem memberikan keterangan bahwa dokumen masih dapat diperbarui selama belum dinilai oleh tim kerja.
Karena itu, sebelum menekan tombol kirim, pastikan informasi mengenai target perilaku, upaya pembelajaran, jadwal, pertemuan, perangkat pendukung, dan catatan lainnya sudah sesuai.
Jika masih ada bagian yang perlu diperbaiki, lakukan pengecekan ulang terlebih dahulu.
Setelah yakin seluruh data benar, dokumen dapat dikumpulkan melalui sistem. Jika berhasil, status tahapan akan berubah dan ditandai sebagai proses yang sudah selesai.
Bersiap Memasuki Tahap Observasi
Setelah diskusi persiapan berhasil dikirim, proses berikutnya adalah pemantauan kinerja atau observasi praktik kinerja.
Pada tahap ini, kepala sekolah dapat melihat kembali rincian observasi yang sudah direncanakan. Informasi tersebut mencakup jadwal, kegiatan pertemuan, perangkat pendukung, serta catatan yang sebelumnya dimasukkan.
Sebelum observasi berlangsung, kepala sekolah sebaiknya membaca kembali rubrik observasi praktik kinerja.
Rubrik tersebut menjadi bagian penting karena memberikan gambaran mengenai perilaku yang perlu ditunjukkan, perilaku yang dianjurkan, serta hal-hal yang perlu dihindari selama pelaksanaan observasi.
Observasi Kinerja Dilakukan oleh Pengawas
Dalam proses pengelolaan kinerja kepala sekolah, pengawas sekolah memiliki peran dalam melakukan observasi sesuai mekanisme yang ditetapkan.
Karena itu, kepala sekolah perlu memastikan bahwa rencana observasi sudah dipahami bersama. Komunikasi antara kepala sekolah, tim kerja, dan pengawas juga penting agar kegiatan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar dapat memberikan gambaran mengenai pelaksanaan praktik kinerja.
Setelah observasi dilakukan, hasilnya akan menjadi bagian dari tahapan berikutnya dalam pengelolaan kinerja.
Jadwal Bisa Dibicarakan Kembali Jika Diperlukan
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jadwal observasi yang sudah dimasukkan ke dalam sistem bukan berarti tidak dapat dibicarakan kembali.
Jika kondisi di sekolah berubah, kepala sekolah dapat melakukan koordinasi dengan tim kerja atau pejabat penilai kinerja untuk menyesuaikan pelaksanaan.
Yang terpenting, perubahan jadwal tetap dikomunikasikan sehingga pihak yang melakukan observasi mengetahui waktu pelaksanaan yang sebenarnya.
Dengan persiapan yang matang, kepala sekolah dapat mengurangi risiko adanya data yang belum lengkap ketika memasuki tahap observasi.
Kesimpulan
Pengisian observasi pengelolaan kinerja kepala sekolah 2026 di Ruang GTK perlu dilakukan secara bertahap, mulai dari memilih periode Januari-Desember 2026, memeriksa data pegawai dan atasan, masuk ke praktik kinerja, melakukan diskusi persiapan, menentukan target perilaku, mengisi upaya pembelajaran, hingga menetapkan jadwal dan perangkat pendukung observasi. Setelah seluruh informasi diperiksa, dokumen dapat dikirim dan kepala sekolah dapat bersiap mengikuti observasi yang dilakukan sesuai mekanisme bersama pengawas sekolah. Dengan memahami setiap bagian sejak awal, proses pengelolaan kinerja dapat dipersiapkan dengan lebih tertib dan tidak sekadar menyelesaikan pengisian administrasi di dalam sistem.