Cara Mengisi Perencanaan Kinerja Guru 2026 di Ruang GTK

PMM News – Yuks simak tahapan lengkap dalam pengisian perencanaan kinerja guru 2026 di Ruang GTK. Perencanaan kinerja guru periode Januari–Desember 2026 menjadi salah satu tahapan yang perlu diperhatikan guru, khususnya guru ASN, dalam pengelolaan kinerja melalui Ruang GTK. Setelah kepala sekolah mengaktifkan periode pengelolaan kinerja 2026, guru dapat mulai menyusun dan mengajukan perencanaan kinerja masing-masing.

Proses pengisian dilakukan secara bertahap melalui menu Pengelolaan Kinerja. Guru perlu memastikan data diri sudah sesuai sebelum melanjutkan ke beberapa bagian perencanaan, mulai dari tugas pokok, praktik kinerja, pengembangan kompetensi, hingga perilaku kerja.

Berdasarkan panduan yang menjadi sumber pembahasan, terdapat sejumlah tahapan yang perlu diperhatikan agar pengajuan perencanaan kinerja dapat dilakukan dengan benar.

Kepala Sekolah Perlu Mengaktifkan Periode Kinerja 2026

Sebelum guru mulai mengisi perencanaan, periode pengelolaan kinerja Januari–Desember 2026 harus sudah diaktifkan oleh kepala sekolah. Aktivasi ini menjadi langkah awal agar guru dapat mengakses dan mengerjakan perencanaan kinerjanya.

Setelah periode tersebut aktif, guru dapat masuk ke Ruang GTK menggunakan akun belajar.id masing-masing. Setelah berhasil masuk, guru memilih menu Pengelolaan Kinerja untuk melanjutkan proses.

Guru juga perlu memastikan periode yang tampil sudah menunjukkan Januari–Desember 2026. Apabila sistem masih menampilkan periode berbeda, guru dapat menggunakan menu Ganti Periode dan memilih periode Januari–Desember 2026.

Cek Data Diri Sebelum Mengisi Perencanaan

Setelah periode kinerja sesuai, guru dapat masuk ke bagian Guru sebagai Pegawai dan memulai perencanaan kinerja.

Pada tahap awal, sistem akan menampilkan data diri guru. Bagian ini sebaiknya diperiksa dengan teliti karena informasi yang tampil akan digunakan dalam proses pengelolaan kinerja.

Apabila terdapat data yang tidak sesuai, guru dapat memilih opsi Edit untuk melakukan penyesuaian. Setelah perubahan dilakukan, data perlu disimpan.

Jika seluruh informasi sudah benar, guru dapat melanjutkan ke tahap berikutnya dengan memberikan konfirmasi bahwa data sudah benar.

Tahap Pelaksanaan Tugas Pokok

Setelah data diri dikonfirmasi, guru masuk ke bagian Perencanaan Kinerja. Dalam tahapan ini terdapat beberapa bagian yang perlu dipilih.

Salah satunya adalah pelaksanaan tugas pokok. Guru tidak perlu menuliskan tugas tersebut secara manual, melainkan memilih opsi yang tersedia dalam sistem sesuai dengan tugas yang dijalankan.

Pada bagian pembimbingan dan pelatihan, misalnya, tersedia pilihan kegiatan seperti membimbing kegiatan kokurikuler, ekstrakurikuler, maupun menjadi guru wali. Pilihan yang tersedia perlu disesuaikan dengan kondisi dan tugas guru di satuan pendidikan masing-masing.

Jika guru memiliki lebih dari satu kegiatan yang relevan, tersedia pilihan untuk menambahkan tugas tersebut. Sebaliknya, pilihan yang tidak diperlukan dapat dihapus.

Tugas Tambahan Bersifat Opsional

Bagian berikutnya adalah tugas tambahan dalam mendukung pembelajaran yang bermutu untuk semua.

Dalam sumber panduan disebutkan bahwa bagian ini bersifat opsional. Artinya, guru dapat memilihnya apabila memang memiliki tugas tambahan yang dijalankan di sekolah.

Beberapa contoh tugas tambahan yang tersedia antara lain wakil kepala satuan pendidikan, kepala perpustakaan, kepala laboratorium, wali kelas, pembina OSIS, pembina ekstrakurikuler, dan guru piket.

Guru perlu memilih tugas tambahan sesuai dengan penugasan yang diterima dari kepala sekolah. Dengan demikian, pilihan yang dimasukkan sebaiknya tidak dibuat secara sembarangan, tetapi disesuaikan dengan tugas yang benar-benar diemban.

Apabila terdapat lebih dari satu tugas tambahan, guru dapat menggunakan fitur tambah. Sementara itu, tugas yang tidak sesuai dapat dihapus dari daftar.

Memilih Indikator Praktik Kinerja

Setelah menyelesaikan bagian tugas pokok, guru masuk ke praktik kinerja.

Pada tahap ini, guru diminta memilih satu indikator yang menjadi fokus peningkatan kinerja. Sistem menyediakan sejumlah pilihan indikator atau dimensi prioritas yang dapat disesuaikan dengan fokus pengembangan guru.

Contoh pilihan yang disebutkan dalam panduan antara lain penerapan disiplin positif, keteraturan suasana kelas, hingga aktivitas interaktif.

Guru cukup memilih salah satu indikator yang ingin dijadikan fokus. Setelah pilihan ditentukan, guru dapat melanjutkan ke bagian pengembangan kompetensi.

Menentukan Fokus Pengembangan Kompetensi

Tahap selanjutnya adalah pengembangan kompetensi. Sama seperti praktik kinerja, guru diminta menentukan satu indikator kompetensi yang akan menjadi fokus peningkatan.

Beberapa contoh yang ditampilkan dalam panduan mencakup lingkungan pembelajaran yang aman dan nyaman bagi murid serta pembelajaran efektif yang berpusat pada murid.

Guru dapat memilih indikator yang dianggap sesuai dengan fokus peningkatan kinerja. Setelah indikator ditentukan, proses dilanjutkan ke bagian perilaku kerja.

Mengisi Perilaku Kerja dan Ekspektasi Pimpinan

Pada bagian perilaku kerja, guru akan menemukan beberapa pilihan perilaku yang perlu ditentukan. Salah satu contoh yang ditampilkan adalah berorientasi pelayanan.

Guru dapat memilih pilihan yang sesuai dengan fokus pengembangan masing-masing. Selain itu, terdapat bagian ekspektasi khusus pimpinan yang perlu disesuaikan.

Pilihan perilaku kerja mencakup sejumlah aspek seperti berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, adaptif, dan kolaboratif. Guru dapat menentukan pilihan yang dianggap sesuai dengan fokus peningkatan kinerja.

Dalam panduan tersebut, pemilihan dilakukan dengan menyesuaikan opsi yang tersedia pada masing-masing bagian. Setelah seluruh bagian terisi, guru dapat menuju halaman rangkuman.

Cek Rangkuman Sebelum Mengajukan Perencanaan

Sebelum melakukan pengajuan, guru sebaiknya memeriksa kembali seluruh informasi yang telah dimasukkan.

Jika belum ingin langsung mengajukan, tersedia opsi Simpan Draf. Fitur ini dapat digunakan untuk menyimpan hasil pengisian terlebih dahulu sebelum dilanjutkan.

Apabila seluruh bagian sudah diperiksa dan dianggap lengkap, guru dapat masuk ke halaman Rangkuman, kemudian memilih opsi untuk mengajukan perencanaan.

Dalam materi panduan, pengajuan perencanaan disebut perlu diselesaikan sebelum 31 Januari 2026.

Setelah Mengajukan, Hubungi Kepala Sekolah

Pengajuan perencanaan kinerja belum menjadi tahap akhir. Setelah guru menyelesaikan dan mengajukan perencanaan, langkah berikutnya adalah menghubungi kepala sekolah agar perencanaan tersebut dapat diperiksa dan disetujui.

Setelah kepala sekolah memberikan persetujuan, guru perlu membuka kembali pengelolaan kinerja untuk melakukan tahap penyepakatan.

Dengan demikian, guru tidak cukup hanya mengisi dan mengajukan perencanaan. Proses selanjutnya juga perlu diperhatikan agar tahapan pengelolaan kinerja dapat dilanjutkan sesuai prosedur yang tersedia dalam sistem.

Urutan Singkat Pengisian Perencanaan Kinerja Guru 2026

Tahap Hal yang Dilakukan
1 Memastikan kepala sekolah sudah mengaktifkan periode kinerja 2026
2 Masuk ke Ruang GTK menggunakan akun belajar.id
3 Memilih Pengelolaan Kinerja
4 Memastikan periode Januari–Desember 2026
5 Mengecek dan mengonfirmasi data diri
6 Mengisi pelaksanaan tugas pokok
7 Memilih tugas tambahan jika ada
8 Menentukan indikator praktik kinerja
9 Menentukan indikator pengembangan kompetensi
10 Mengisi perilaku kerja dan ekspektasi pimpinan
11 Memeriksa rangkuman
12 Mengajukan perencanaan
13 Menunggu persetujuan kepala sekolah
14 Melakukan penyepakatan setelah disetujui

Kesimpulan

Pengisian perencanaan kinerja guru untuk periode Januari–Desember 2026 dilakukan secara bertahap melalui Ruang GTK. Guru perlu memastikan periode yang dipilih sudah benar, memeriksa data diri, menentukan tugas pokok dan tugas tambahan sesuai penugasan, kemudian memilih indikator praktik kinerja, pengembangan kompetensi, serta perilaku kerja. Setelah seluruh bagian diperiksa dan diajukan, guru perlu berkoordinasi dengan kepala sekolah untuk proses persetujuan dan selanjutnya melakukan penyepakatan. Dengan mengikuti setiap tahapan secara berurutan dan memastikan data yang dimasukkan sesuai kondisi sebenarnya, proses perencanaan kinerja dapat dilakukan dengan lebih tertib.